Diduga Korupsi Dana Desa, Kades Risa Didemo

Kabupaten Bima, Kahaba.- Menilai ada aroma korupsi Dan Desa yang diduga dilakukan Kepala Desa Risa, puluhan mahasiswa dan warga setempat menggelar aksi depan kantor setempat, Kamis (28/1).

Ilustrasi

Ilustrasi

Dugaan korupsi itu dilakukan pada pekerjaan pembangunan DAM Raba Ni’u dan pengadaan kambing satu ekor untuk masing-masing dusun di Desa itu. Massa juga menuding Kades Risa tidak transparansi mengelola anggaran.

Korlap Aksi, Marajal Bahrain menilai Kades bermain pada RAB pembangunan Dam Raba Ni’u serta menggelapkan dana pembangunan proyek tersebut. Pasalnya, anggaran yang tercantum dalam RAB sebesar Rp 88 juta, tapi yang dilaporkan dan disosialisasikan oleh Kades hanya Rp 76 juta.

“Total Anggaran DAM Raba Niu seharusnya Rp 88 juta. Anggarannya bersumber dari penetapan BPMDes sebanyak Rp 76 juga ditambah anggaran perubahan Rp 10 juta, kemudian bantuan lain sebanyak Rp 2 juta.” sebutnya.

Soal kambing, kata dia, juga diduga di korupsi. Harga pengadaan kambing sebanyak 18 ekor yang diperkirakan berharga Rp 500 ribu per ekor, sementara pada RAB yakni sebesar 1 juta. Bahkan, kambing yang dibagi hanya 17 ekor, satu ekor telah diduga digelapkan. “Kepala Desa telah mengambil keuntungan,” sorotnya.

Bahrain menyesalkan sikap Kades. Anggaran yang kurang membangun DAM masih saja bisa digelapkan, sementara sisanya hanya dibuatkan bronjong. Bronjong yang sudah jebol itu malah meresahkan petani, sebab air terus mengalir dan merusak tanaman.

Sementara Kepala Desa Risa Ir. Arifudidin yang menemui massa menjelaskan, DAM yang baru satu tahun dibangun jebol akibat banjir. Bahkan pihaknya sudah bersurat ke Bupati menjelaskan kondisi dimaksud.

Mengenai anggaran, kata dia, Pemerintah Desa mengajukan ke BPMDes melalui RKPDes sebanyak Rp 100 lebih juta. Kemudian dipelajari dan berubah menjadi Rp 75 juta. Namun. tuntutan lain massa tidak diklarifikasi oleh Kades, termasuk pengadaan ternak.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *