Refleksi Pilkada, Rumah Cita dan Gema Pis Agendakan Diskusi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pengalaman pelaksanaan pilkada tahun 2015 telah memberikan pelajaran dan arah baru bagi demokrasi yang substansi. Praktek pilkada serentak dapat dimaknai sebagai perbaikan sekaligus eksperiment demokrasi.

Ilustrasi

Ilustrasi

Untuk itu, kata Direktur Rumah Cita, Muhammad Yunus, perlu ada catatan terkait dengan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Bima. Catatan ini penting sebagai bahan refleksi menata demokrasi yang lebih baik.

“Untuk itu Rumah Cita dan Gerakan Masyarakat Pemilih Cerdas (Gema Pis) akan menggelar diskusi dan Focus Group Discution (FGD),” ujarnya, Jumat (19/1) melalui siara pers.

Rencananya kata dia, kegiatan akan dilaksanakan Sabtu (30/1) di Aula Kantor Camat Woha. Menghadirkan KPU, Panwaslu dan Akademisi sebagai narasumber. Diskusi ini sebagai puncak dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan Rumah Cita dan GEMA-PIS dalam pelaksanaan Pilkada Kabupaten Bima.

“Selain mencari rumusan mengenai upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan Pilkada, juga bagaimana memertahankan Pikada damai. Membangun kedewasaan politik dan mengubur stigma Bima yang rawan konflik,” terangnya.

Masyarakat Bima, menurutnya, sudah menjawab stigma Bima rawan dalam Pelaksanaan Pilkada dengan kedewasaan menerima hasil. Namun, tentunya dengan hasil tersebut tidak lantas puas dan terlena. Tetapi terus meningkatkan kualitas Pilkada di Kabupaten Bima.

“Salah satu catatan kami, bagaimana penyelenggara Pemilu dapat melibatkan elemen sipil dalam membangun tatanan demokrasi yang lebih subtantif,” ujarnya.

Selain diskusi, lanjutnya, akan digelar FGD untuk menyerap catatan sebagai dasar rekomendasi pelaksanaan Pilkada kedepannya. Termasuk mengundang pelajar, untuk mendapatkan informasi bagaimana pola sosialisasi bagi pemilih pemula yang terpat.

“Agar mereka bisa menjadi pemilih pemula yang cerdas dan menjunjung tinggi nilai demokrasi,” kata dia.

Ditambahkannya, langkah perbaikan sangat ditentukan oleh keterlibatan stakeholder. Peningkatan kualitas pra-pemilih, sebagai aset masa depan, tercerahkan.

“Dalam rangka mempertahankan prestasi pilkada aman dan damai, dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak,” terangnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *