30 Warga Bima Dipasung

Kabupaten Bima, Kahaba.- Data Lembaga Kesejahteraan Sosial dan Anak (LKSA) NTB Cabang Bima menyebutkan, sebanyak 30 orang warga Kabupaten Bima yang mengalami gangguan mental, dipasung.

Ilustrasi

Ilustrasi

“30 orang itu hampir tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Bima. Mereka dipasung sudah lama, ada yang lebih 20 tahun, 4 tahun dan rata – rata diatas 1 tahun,” sebut Ketua LKSA NTB Cabang Bima, Muhktar, Sabtu (30/1).

Diakuinya, berdasarkan hasil kunjungan LKSA, 30 orang itu dipasung karena sering mengganggu dan membahayakan orang lain. Sehingga dengan terpaksa, orang tua dan keluarga yang merasa malu, memilih untuk melakukan tindakan tersebut. Sementara penyebab gangguan mental, lebih banyak dihadapkan pada masalah ekonomi dan keluarga, bukan dibawa sejak lahir.

“Indonesia sudah bebas pasung. Jadi tidak boleh melakukan tindakan tersebut, karena orang gila juga punya hak kemerdekaan. Jadi solusinya, harus dirawat di RS Jiwa,” katanya.

Sambung Mukhtar, menindaklanjuti persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bima pada tahun 2016 sudah menganggarkan keberangkatan 30 orang ini ke RS Jiwa Mataram, guna mendapatkan penanganan serius.

“Dari jumlah itu tiga orang sudah dirujuk. Dan pada tahun ini, untuk tahap pertama akan diberangkatkan sebanyak 10 orang. Kita sekarang terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk keberangkatan mereka,” tuturnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *