Jalan di Desa Piong Butuh Perhatian Pemerintah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kondisi jalan di Desa Piong Kecamatan Sanggar cukup memperihatinkan. Apalagi tanjakan sepanjang perbatasan Desa Boro dan Piong, kondisinya begitu parah. Jalan itu menjadi satu – satunya akses bagi warga setempat, sebab tidak ada jalan lain untuk dilalui.

Kondisi jalan di Desa Piong. Foto: Abu

Kondisi jalan di Desa Piong. Foto: Abu

Jalan berkelok, tanjakan dan rusak itu memang sangat riskan untuk dilalui kendaraan. Jika tidak hati – hati, maka akan sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. Jalan tersebut telah berubah menjadi sungai berbatu.

Yang paling berbahaya, apabila kendaraan berpapasan saat tanjakan. Selain rusak, jalan yang tidak lebar itu mengharuskan salah satu kendaraan berhenti. Beberapa kendaraan pun terlihat antri menunggu giliran untuk melanjutkan perjalanan.

Salah seorang warga setempat, Boby Hidayat mengaku, kondisi jalan rusak dari dulu. Selama itu pun tidak pernah ada perhatian dari Pemerintah. Warga sangat berharap ada perbaikan, agar hasil perekonomian warga juga bisa berjalan dengan baik.

“Akibat jalan rusak, ongkos sewa angkut hasil pertanian praktis mahal. Jumlah barang yang bisa diangkut pun tak bisa seperti biasanya, harus dikurangi agar saat melintas tak terjadi kecelakaan,” tuturnya.

Ia mengakui, masyarakat sudah sering menyampaikan kondisi kerusakan jalan itu pada Pemerintah. Tetapi, Pemerintah selalu beralasan status jalan tersebut urusan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Pusat. Padahal jalan itu, satu – satunya akses warga.

Untuk itu, mewakili masyarakat dirinya berharap agar Pemerintah peduli dengan kondisi jalan tersebut. Agar masyarakat di Desa Piong juga dapat menikmati pembangunan infrastruktur jalan yang baik.

*Abu

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *