Pegawai Honor K2 Demo DPRD

Kabupaten Bima, Kahaba.- Menuntut kejelasan nasib, puluhan Pegawai Honorer K2, Selasa (10/2) menggelar aksi di depan kantor DPRD Kabupaten Bima.

Ilustrasi

Ilustrasi

Koordinator Aksi, Zulkarnain Gafar dalam orasinya meminta kepada anggota DPR untuk tidak tutup mata terhadap nasib seluruh pegawai honor yang berada di Kabupaten Bima.

“Nasib kami harus di perhatikan. Kami telah mengabdi belasan tahun, dan tidak layak di gaji dengan Rp 10 ribu per hari,” sorotnya.

Aksi mereka merupakan bentuk solidaritas terhadap saudara sesama honor K2 yang berada di Jakarta, yang sedang melakukan Aksi besar-besaran di DPR RI.

“Kami juga meminta kepada pemerintah, agar tidak melakukan penjaringan CPNS sebelum nasib kami diprioritaskan. Jika itu terjadi, maka kami akan menggelar aksi besar – besaran,” ancamnya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Sandipanji40@gmail.com

    serba salah juga shhhh……. kondisi keuangan negara blm siap tampung……. yg harus dipikirkan nhhhhh jangan ada lagi yang masukin nama2 tenaga kontrak yg tidak jelas krn bnyk pejabat yang bawa2 anak dan samak saudara tiap tahun masuk sebagai tenaga kontrak… nah ini akan menjadi nasib yg sama dan protes lagi mau jadi PNS…..seharusnya kita seleksi dulu klo mau tenaga kontrak tidak ada tuntutan ke NEgara untuk jadi PNS namax juga sukarela klo g suka keluar dari pemerintah…. padahal pemerintah dulu udah bilang K2 sudah berakhir nah siapa yg mau tanggung jawab…………………….. repot neh negara yg masih berkembang

  2. Sandipanji40@gmail.com

    klo untuk guru dan kesehatan aku setuju untuk diperjuangkan…. klo yg dikantoran masih perlu dilihat…………… krn masih bnyk yg malas masuk kantor masa mau jadi PNS kan dulu suka rela……………

  3. ewil

    . siapa aja yang merasa mengabdi pada pemerintah itu hak untuk berkeinginan jadi pns jgn hanya vonis yang kerja kantoran yang malas bisa saja guru dan kesehatan juga gitu …… Tausalah cari2 kesalahan orang intinya siapa aja yang merasa punya integritas dan dedikasi dgn iklas dalam melaksanakan tugas tentu saja akan memetik hasilnya .

    Kita harus percaya semuanya allaj telah merencanakan semuanya yang penting kita jgn putus asa teruslah memohon kepada allah swt apa yang kita inginkan terkabul menjadi pns. Yang sabar aja suatu saat pemimpim dan pembesar pemerinta indonesia terketuk hatinya untuk memperhatikan nasib honorer atau sukarela apapun itu ……

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *