SMAN 2 Tolak Terima Siswa Pindah, Orang Tua Siswa Ngeluh

Kota Bima, Kahaba.- Orang tua siswa, Nuraini mengeluhkan sikap Kepala SMAN 2 Kota Bima yang tidak mau menerima puteranya untuk sekolah di SMAN 2 Kota Bima. Padahal menuntut ilmu merupakan hak bagi semua orang.

Gapura SMAN 2 Kota Bima. Foto: Ady

Gapura SMAN 2 Kota Bima. Foto: Ady

Nuraini kepada sejumlah pekerja media mengaku, putranya Wawan tidak diterima oleh SMAN 2 kota Bima, dengan alasan jumlah siswa sudah over kapasitas, kemudian nilai raport dibawah standar.

Tapi, dilain kesempatan, Kepala Sekolah setempat diduga menerima uang pelicin dari wali murid luar Provinsi, untuk menerima siswa pindahan. “Ada guru SMAN 2 Kota Bima yang mau bersaksi jika Kepala SMAN 2 Kota Bima melakukan itu,” ungkapnya, Rabu (10/2).

Ia mengaku mendapata perlakuan diskriminasi dari pihak SMAN 2 Kota Bima. Dirinya pun telah melaporkan kepada pihak Dikpora dan Sekda Kota Bima untuk meminta keadilan.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Kota Bima Imran menjelaskan, semua yang dituturkan wali murid tersebut fitnah dan bentuk ketidakpuasannya terhadap sekolah.

“Puteranya tidak diterima karena memang siswa bermasalah. Itu terlihat dari nilai raportnya, banyak dibawah standar. Dari 12 mata pelajaran, 9 diantaranya bernilai merah,” beber Imran saat ditemui di kantor Dikpora Kota Bima.

Kemudian mengenai jumlah siswa telah over kapasitas, sehingga tidak menerima siswa pindahan dari dalam dan luar daerah itu bersifat fluktuatif. Lagi pula, siswa pindahan dari luar daerah sampai saat ini belum diterima.

“Tudingan menerima uang dari wali murid juga tidak benar. Saya ajak orang itu bertemu untuk membuktikannya, agar tidak menyebar fitnah,” kesalnya dan menambahkan, wali murid itu tidak puas saja, sehingga ribut-ribut di media.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Ana

    Orang tua siswa jaman sekarang sudah kurang ajar. Bawa anak kurang ngajar mau masuk di sekolah org yg hebat, nanti klo anaknya dpt hukuman di sekolah tsb orang tuanya marah marah. Fitnah fitnah guru dan kepala sekolah macam macam. Bawa bawa nama diskriminasi. Klo udah ditolak ya udah masih byk sekolah lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *