Pernyataan Kepala Dikes Soal DBD, Keliru

Kota Bima, Kahaba.- Pernyataan Kepala Dinas Kesehatan (dikes) Kota Bima H. Azhari yang mengaku hingga kemarin belum ada warga yang terjangkit Deman Berdarah Dengue (DBD), Keliru. Sebab, sudah sepekan terakhir ini, sejumlah warga Kota Bima pernah dirawat karena DBD. (Baca. Di Kota Bima, DBD Nol Persen)

Ilustrasi

Ilustrasi

Pantauan Kahaba di RSUD Bima, data menyebutkan warga Kota Bima pernah dirawat karena penyakit tersebut. Demikian pula RS Muhamadiyah, warga Kota Bima pernah dirawat karena positif DBD, dan sudah dipulangkan karena kondisinya membaik.

Humas RSUD Bima, H. Sucipto, mengaku, berdasarkan data medis pasien, khususnya DBD, pasien yang dirawat di RSUD Bima pasien atas nama Heni Safitri, warga Lingkungan Suntu Kelurahan Paruga. “Pasiennya telah keluar, karena kondisinya sudah pulih,” ujarnya, Kamis (11/2).

Demikian pula dari data pasien dirawat di RS Muhamadiyah, ada satu warga yang pernah dirawat pada tanggal 7 februari 2016 lalu, pasien tersebut bernama Rahmad Hidayat (3,2 tahun) alamat Kelurahan Kolo.

“Pasien Rahmad Hidayat sudah dipulangkan, karena kondisi sudah mulai membaik,” ujar pegawai RS Muhammadiyah Bima, Dian kepada sejumlah wartawan.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. ko sekelas kepala dinas ngomongnya gelantur ?
    sebelum bicara ada tidaknya masyarakat yang terdeteksi mengalami penyakit DBD harusnya di cek dulu donk ajangan asal ngerocos aja…………….

    kepala dinas kesehatan asal ngerocos aja…hahahaha

  2. ko sekelas kepala dinas ngomongnya ngelantur ?
    sebelum bicara ada tidaknya masyarakat yang terdeteksi mengalami penyakit DBD harusnya di cek dulu donk jangan asal ngerocos aja…………….

    kepala dinas kesehatan asal ngerocos aja…hahahaha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *