Bima Diguncang Gempa, Warga Panik

Kota Bima, Kahaba.- Masyarakat Kota dan Kabupaten Bima, Jum’at (12/2) sore seketika berhamburan keluar rumah. Masyarakat panik dan berlarian mengamankan diri di tempat aman. Kepanikan disebabkan guncangan gempa dengan getaran cukup kuat. Durasi waktu diperkirakan 10 hingga 15 detik.

Data Gempa BMKG

Data Gempa BMKG

Informasi yang diperoleh dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa gempa terjadi pada Pukul 17.02 WIB. Pusat gempa terjadi di 14 kilometer barat daya Sumba Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

BMKG juga mencatat, kekuatan gempa 6,6 Skala Richter (SR) terjadi dari 10 kilometer kedalaman laut. Namun dipastikan tidak berpotensi menimbulkan terjadinya tsunami. Karena kekuatannya tidak cukup kuat untuk membangkitkan perubahan di dasar laut.

Dari hasil monitoring BMKG, selama satu jam lebih telah terjadi gempa susulan sebanyak dua kali dengan kekuatuan 3,9 SR dan 3,3 SR.

Sementara hasil analisis tingkat guncangan, intensitas gempa bumi juga dirasakan Bima, Mataram, Bangi dan Dompu. Namun, hingga kini belum ada laporan kerusakan akibat guncangan gempa, khususnya di Kota dan Kabupaten Bima.

Berdasarkan parameter gempa bumi, kejadian gempa bumi ini disebabkan aktivitas subduksi di sekitar pantai selatan Sumba. Hasil analisis mekanisme sumber memperlihatkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh aktivitas sesar naik.

Untuk itu, dihimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti arahan BPBD, serta informasi dari BMKG. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempabumi dan tsunami

“Tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang pada umumnya berkekuatan semakin mengecil,” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi melalui siaran persnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *