Walikota Bima Gelar Rapat Penyusunan DED Lawata-Amahami

Kota Bima, Kahaba.- Penataan kawasan Ni’u – Lawata – Ama Hami kini memasuki tahapan penyusunan detail engineering design (DED). Seperti halnya grand design yang telah dirancang terlebih dahulu, dalam penyusunan DED atau desain detail teknis ini Pemerintah Kota Bima kembali menggandeng Universitas Petra Surabaya.

Walikota Bima saat memaparkan penyusunan DED Lawata-Amahami. Foto: Hum

Walikota Bima saat memaparkan penyusunan DED Lawata-Amahami. Foto: Hum

Rapat awal penyusunan DED dilaksanakan pada hari Senin (22/2) di ruang rapat Walikota Bima, dihadiri oleh Wakil Walikota, Wakil Ketua DPRD, Sekda, Staf Ahli, Asisten, serta pimpinan SKPD terkait. Dari Universitas Petra hadir tiga orang ahli planologi yang dipimpin oleh Benny Poerbantanoe.

Saat membuka rapat, Walikota menyampaikan Kota dan Kabupaten Bima memiliki potensi wisata tepi laut yang cukup menjanjikan dan bisa dikembangkan menjadi wisata kuliner terapung.

“Saya bayangkan seperti di sungai Musi di Palembang, ada perahu yang menyusuri Teluk Bima, yang di atasnya ada restoran. Perahu tersebut nanti kita arahkan ke keramba-keramba milik masyarakat, sehingga ada efek pengembangan ekonomi masyarakat secara langsung,” jelas Walikota melalui siaran pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Ihya Ghazali.

Diakuinya, grand design yang sudah ada sangat mewah dan berskala besar itu memerlukan biaya yang sangat besar. Pemerintah Kota Bima membutuhkan bantuan dana dari luar, baik APBN maupun investor, untuk dapat mewujudkan seluruh rancangan tersebut. Oleh karena itu, Walikota meminta tim ahli dari Petra untuk membuat DED yang lebih sederhana.

Sementara itu, Benny Poerbantanoe menyatakan akan mengakomodir permintaan tersebut. Rapat dilanjutkan dengan pemaparan rancangan awal DED oleh Benny Poerbantanoe, serta diskusi.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *