Honorer K2 Minta Bupati Perjuangkan Nasib Mereka

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan tenaga Honorer Kategori Dua (K2) yang tergabung dalam Forum Honorer K2 (FHK2) Sape dan Lambu, Senin (29/2) pagi mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Bima.

Honorer K2 saat aksi di depan Kantor Pemkab Bima. Foto: Ady

Honorer K2 saat aksi di depan Kantor Pemkab Bima. Foto: Ady

Forum yang dikoordinir Ahmad H Abubakar ini mengadukan nasib mereka yang kian tak jelas kepada Bupati Bima. Honorer K2 yang didominasi Guru Sukarela ini juga menyampaikan sejumlah aspirasi.

Diantaranya, meminta Pemerintah Kabupaten Bima mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mengangkat semua Honorer K2  di Bima menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Meminta Pemerintah Kabupaten Bima mendesak Pemerintah Pusat agar membuatkan payung hukum tentang pengangkatan Honorer K2 menjadi CPNSD. Mendesak Bupati Bima segera menaikkan upah tenaga honorer dari Rp 300 ribu perbulan menjadi Rp 1 juta perbulan disesuaikan dengan upah minimum.

“Kami juga meminta kepada Bupati Bima memperjuangkan nasib tenaga sukarela tanpa SK Honor Daerah agar diperlakukan seperti Honorer K2 sebelum diangkat menjadi PNS,” kata Ahmad saat menyampaikan aspirasi.

Aspirasi lain yang disampaikan, yakni meminta kepada Bupati Bima agar segera mencopot Mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Kepala BKD aktif saat ini.

“Kami mengindikasi keduanya telah melakukan kecurangan dalam perekrutan dan pemberkasan bahan penangkatan Honorer K2 menjadi PNS Tahun 2014-2015 kemarin,” tudingnya.

Puluhan Honorer K2 ini datang menggunakan sepeda motor dan mobil pick up. Mereka terlihat masih menggunakan seragam dinas dan meninggalkan aktivitasnya sebagai pegawai di instansi masing-masing.

Setelah beberapa saat menyampaikan aspirasi, perwakilan Forum Honorer K2 asal Sape dan Lambu ini kemudian diterima oleh Bupati Bima, Hj Indah Damayanti Putri untuk beradiendi di ruang kerjanya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *