Oknum Pegawai BPBD Diduga Sunat Insentif TRC

Kabupaten Bima, Kahaba.- Malang nian nasib tenaga honor Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima. Padahal sudah melaksanakan tugas dengan baik, namun insentif mereka justeru disunat.

Ilustrasi Sunat AnggaranPersoalan ini sudah lama terjadi, namun tak ada tenaga honor TRC yang berani buka mulut. Pasalnya, jika berani bersuara, maka ancaman dikeluarkan dari BPBD pun akan diterima.

Beberapa waktu lalu, DN Pegawai BPBD mengungkapkan persoalan tersebut. Pria yang meminta namanya diinisialkan itu mengaku perihatin dan iba melihat tindakan sunat insentif itu, yang seolah sudah dianggap biasa. TRC tandatangan diatas kertas penerimaan uang sebanyak Rp 800.000, yang diterima hanya berkisar Rp 200.000 – 300.000.

Menurut dia, anggaran Dana Siap Pake (DSP) yang bersumber dari Pusat itu memang digelontorkan untuk BPBD, dan bagian membayar Honor pegawai TRC saat penanggulan bencana.

“Penandatanganan pengambilan insentif tertera jelas angka sebanyak Rp 800 ribu. Tapi yang diterima malah tidak sebanyak itu. Angka yang diterima sekitar Rp 200 ribu – Rp 300 ribu,” ungkapnya.

Jika TRC yang berjumlah sekitar 70 – an itu mendapat Rp 300 ribu sesuai dengan hari kerjanya, ia justeru mempertanyakan kenapa harus disuruh tandatangan insentif sebanyak Rp 800 ribu.

“Lantas sisanya itu kemana. Saya ko malah menduga ada konspirasi jahat dan mengambil keuntungan pribadi ataupun keuntungan kelompok tertentu dari uang insentif itu,” duganya.

Di tempat berbeda, Kepala Bidang Kedaruratan yang ditemui dalam ruanganya, Selasa (1/3) menyarankan untuk langsung menanyakan masalah itu ke Kepala BPBD.

Sedangkan kepala BPBD Kabupaten Bima, H. Sumarsono saat hendak ditemui, tidak berada di Kantor. Dikonfirmasi via HP, dia meminta persoalan itu dibicarakan besok di kantor, sebab waktu itu dirinya sedang berada diluar.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *