Mahasiswa Laporkan Aksi ‘Cowboy’ Bupati Bima

Kota Bima, Kahaba.- Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST dan ajudannya, Ruslan dilaporkan ke kantor polisi oleh dua orang mahasiswa Senin (2/7). Pelapor menuding orang nomor satu di kabupaten Bima dan jajarannya itu telah melakukan aksi pengeroyokan  pada saat pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di desa Doro O’o Kecamatan Langgudu hari Minggu malam. Bahkan Bupati disebut bertindak ala ‘Cowboy’ dengan menodongkan senjata api seraya mengeluarkan kata-kata ancaman kepada salah seorang mahasiswa.

Aksi penembakan

Ilustrasi

Ditemui seusai memberikan laporan di Sat Reskrim Mapolres Bima-Kota, Sudirmasin mengungkapkan kronologis kejadian yang menimpa dirinya bersama teman-temannya kepada wartawan. Bermula saat Bupati dan jajarannya melaksanakan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) di desa Doro O’o, Minggu (1/7) sekitar pukul 20.00 wita. Sudirmasin bersama sejumlah mahasiswa dan pemuda lainnya yang tergabung dalam Forum Solidaritas Pemuda Pelajar Doro O’o, bertemu Bupati di salah satu rumah warga guna menyerahkan proposal pengadaan komputer untuk lembaganya. Dengan alasan anggaran yang berkaitan dengan bentuk program yang tertera dalam proposal tidak tersedia, Bupati lantas tidak merespon positif isi proposal tersebut dan menawarkan mereka untuk merubah isi proposal agar singkron dengan program lain yang dianggarkan Pemda Bima.

Merasa keinginannya tidak dikabulkan Bupati, Syamsudin (salah satu korban) melampiaskan kekecewaannya dengan merobek proposalnya di hadapan Bupati seraya berkata “Proposal ini sudah tidak ada gunanya lagi”. Melihat hal tersebut, Ruslan sang ajudan Bupati Bima bersama sejumlah rekannya langsung naik pitam dan mengeroyok Syamsudin. Melihat rekannya dikeroyok, Sudirmasin mencoba melerai tetapi naasnya dirinya juga ikut menjadi bulan-bulanan Ruslan. Sudirmasin mengkonfirmasi bahwa bukan hanya bawahannya yang memukul, sang Bupati juga ikut melayangkan bogem mentahnya bahkan sempat menodongkan sepucuk pistol sambil mengancamnya. “Kasi tau adikmu, saya bunuh kamu nanti,” ucap  Sudirmasin mengutip perkataan Bupati Bima pada saat kejadian.

Akibat insiden tersebut, Sudirmasin mengaku mengalami sakit dada, sedangkan Syamsudin mengalami bengkak pada bagian wajah. Menurut Sudirmasin, rekannya tersebut belum bisa ikut untuk memberikan laporan karena masih trauma dan kabarnya sedang dicari oleh sejumlah preman. Namun untuk memperkuat laporannya pada pihak kepolisian Sudirmasin turut membawa bukti hasil visum dan kawan-kawannya yang lain sebagai saksi mata karena pada saat kejadian mereka juga berada di tempat tersebut. Lanjutnya, laporan berkaitan dengan insiden tersebut sudah diterima oleh Polres Bima-Kota pada hari Senin pukul 14.00 wita.

Kahaba.info masih terus mengkonfirmasi insiden ini kepada Bupati Bima namun hingga berita ini diturunkan masih belum ada jawaban resmi dari jajaran yang terkait. Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, Drs. Aris Gunawan mengaku tidak tahu persis mengenai kejadian itu, Ia hanya memastikan jika memang benar ada agenda BBGRM di Desa Doro O’o Kecamatan Langgudu namun menurutnya bukan pada malam hari. “Nanti kita cross cek dulu,” ujarnya singkat.

Ajudan Bupati Bima, Ruslan serta Camat Langgudu yang kabarnya ada di lokasi kejadian saat terus dihubungi melalui telepoon genggamnya, tidak aktif. Sementara itu, Kapolres Bima Kota, AKBP. Kumbul, KS, SIK, SH melalui handphone nya mengaku telah menerima laporan insiden itu dan akan segera memprosesnya sesuai aturan yang berlaku. Mengenai laporan korban bahwa Bupati mengancam dengan menggunakan senjata api, masih terus didalami. (BS)

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Nizar

    begini nih kalo pejabat yang goblok, jadinya menanggapi hal-hal seperti itu sebagai hinaan. padahal yang di pukuli itu mahasiswa Bima sendiri, Rakyatnya sendiri. Malah mereka yang harusnya berkepala dingin menjadi brutal dan reaksioner seperti itu. Memalukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *