Siswa SLB Nurul Ilmi Karumbu Belajar di Lantai

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kendati terbatasnya fasilitas, tapi tak menyurutkan semangat pendidik ini untuk ambil bagian mencerdaskan kehidupan anak bangsa. Meski harus mengajar generasi yang lahir dengan keterbatasan fisik, tapi semangat tinggi, para pendidik ini telah membangun Sekolah Luar Biasa (SLB) Nurul Ilmi di Desa Karumbu Kecamatan Langgudu.

Siswa SLB Nurul Ilmi belajar dilantai

Siswa SLB Nurul Ilmi belajar dilantai

Kondisi SLB Nurul Ilmi cukup memperihatinkan. Karena keterbatasan fasilitas, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah itu pun tidak menggunakan meja dan kursi. Sehari – hari siswa belajar di lantai kasar.

Sekolah yang hanya memiliki tiga ruang itu hanya disekap dengan triplek. Dua ruangan untuk kegiatan belajar mengajar, sementara satu ruangan untuk guru. Parahnya, sekolah yang didirikan sejak tahun 2005 itu belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Kepala SLB Nurul Ilmi Syahrul mengaku awalnya sekolah nebeng di SMK 4 Langgudu. Perlahan – lahan, dengan dana seadanya, SLB mulai menggunakan triplek. Yang terpenting, siswa-siswi bisa mendapatkan pelajaran.

Kondisi SLB Nurul Ilmi

Kondisi SLB Nurul Ilmi

“Sekolah ini dibangun dengan dana yang sangat minim, bantuan pemilik yayasan. Bahkan secara swadaya guru setempat turut membantu,” ujarnya.

Diakui Syahrul, kelas Sekolah Dasar bergabung dengan siswa SMP dengan jumlah siswa sebanyak 20 orang. Sedangkan satu kelas lainnya, digunakan untuk siswa SMA sebanyak 10 orang.

Karena semangat mencerdaskan kehidupan anak bangsa, para guru setempat harus mendatangi rumah siswa untuk menjemputnya, satu persatu. Karena yang terpenting, siswa tetap bisa belajar.

Dirinya pun berharap kepada Pemerintah agar bisa memberikan bantuan Ruangan Kegiatan Belajar (RKB), kendati sekolah tersebut milik yayasan.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *