Pemkot Bima Gelar Doa dan Dzikir Bersama

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pada awal bulan Maret, Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menggelar Tausiyah, Dzikir, dan Doa Bersama di halaman kantor Pemkot, Jumat (4/3). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pegawai dan ratusan pelajar SLTP dan SLTA.

Doa dan Dzikir bersama yang digelar Pemkot Bima. Foto: Hum

Doa dan Dzikir bersama yang digelar Pemkot Bima. Foto: Hum

Walikota Bima pada kesempatan itu menyorot beberapa insiden yang terjadi di Kota Bima, antara lain tawuran antar pelajar, peredaran narkoba, isu beredarnya Pil KB di kalangan pelajar, serta ditemukannya mayat bayi di beberapa lokasi.

Walikota meminta para guru untuk terus melakukan pembinaan dan memperkuat fungsi kontrol kepada para pelajar.

“Kita bekerja sama dengan BNN, untuk melakukan kampanye anti narkoba. Pada saatnya nanti, akan kita lakukan tes urine secara acak di sekolah-sekolah di Kota Bima,” kata Walikota melalui siaran pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Ihya Ghazali.

Ia pun menyorot fenomena LGBT yang kini semakin merebak. Walikota menasehati para pelajar agar tidak ikut-ikutan. Isu terorisme juga disinggung oleh Walikota, khususnya insiden penangkapan anggota jaringan teroris di salah satu kelurahan di Kota Bima beberapa waktu lalu.

Menyikapi hal ini, Walikota telah melakukan rapat koordinasi bersama FKPD Kota Bima, dan disepakati bahwa seluruh pegawai dan pelajar akan diarahkan untuk melaksanakan sholat Jumat bersama secara bergiliran di Masjid pada wilayah yang diidentifikasi menjadi pusat penyebaran ajaran radikal

Pada akhir arahannya, Walikota kembali mengajak seluruh pelajar dan pegawai untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Perhatikan kebersihan lingkungan sekolah dan kantor, terutama di toilet. Siapkan perlengkapan cuci tangan, seperti sabun dan tisu,” sarannya.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *