Pelaku Pemalsuan Tanda Tangan IMB Dinonjob

Kota Bima, Kahaba.- Siapa oknum pegawai Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Bima yang memalsukan tanda tangan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) akhirnya terungkap. Oknum tersebut pun mengakui dan menyampaikan permohonan maaf. (Baca. Tanda Tangan IMB Rencana Hotel di Sarae, Dipalsukan)

Kepala Dinas Tata kota dan Perumahan Ir. Hamdan. Foto: Bin

Kepala Dinas Tata kota dan Perumahan Hamdan. Foto: Bin

Kepala DTKP Hamdan mengakui, berdasrakan hasil rapat internalnya, oknum staf itu telah mengakui melakukan pemalsuan tanda tangan IMB. “Dia juga meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya,” ujar Hamdan dan menolak untuk sebutkan siapa oknum PNS itu, Jumat (4/3).

Sebagai konsekuensi atas kesalahan yang dilakukan, oknum staf saat ini telah non job. Artinya sudah tidak diberikan tugas dan wewenang, sebagaimana tugas pokok yang dilaksanakan sebelumnya. (Baca. Pelaku Pemalsuan Tanda Tangan IMB Diminta Diproses Hukum)

“Masalah ini mencoreng nama Pemerintah Kota Bima. Saya tegaskan kepada seluruh jajaran agar tidak melakukan hal yang sama. Karena dampak yang ditimbulkan dari masalah ini sangat besar, dan menjadi atensi khusus khalayak umum,” jelasnya.

Kedepan, Hamdan berkomitmen agar kasus seperti ini tidak terulang kembali di Dinasnya. Tentu, dirinya akan memberikan peringatan kepada jajaran, untuk tidak menyalahi wewenang, tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Selama saya memimpin sebagai Kepala DTKP, baru kali ini ada kasus pemalsuan tanda tangan. Semoga kejadian ini tidak terulang terulang kembali,” harapnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. ini kepla dinas atau apa shhhhh………… kok lucu ada kasus besar malah kaya damai……. masukin aja ranah hukum….. biar jelas semua…. sepertinya bnyk kasus klo seperti ini…… kok lucu damai……… siapa yang bertanggung jawab…. nenek saya atau kakek saya yang harus tanggung jawab klo masalah ini………. sontoloyo ini kasus

  2. pak wali dan pak wakil…….. panggil kepala dinas dan stafnya….. sudah mencoreng KOTA BIMA……. ini jangan di diamkan…… takutnya malah bnyk kasus IMB yang tidak jelas di KOTA BIMA….. percuma pak wali dan pak wakil pny niat membangun KOTA BIMA klo bawahan anda merusak seperti ini

  3. maling kok hny di diamkan aja……………. siapa tau banyak kasus lain…. mas kepala yang banyak bicara klo anda merasa di tipu kok ada hanya diam….. malah anda di pertanyakan apa anda terlibat atau tidak…. negara sudah di rugikan anda merasa di tipu anda hanya dia….. jadi kepala kebun aja klo tidak bisa jadi kepala

  4. klo wartawan diam soal kasus ini kami yakin wartawan masuk anggggiiiinnn……….. klo masuk anggggiiiinnnn minum tolak angggiinnnnn tunjukin klo anda profesional…….. angkat kasus ini sampai tuntas……. klo sudah merugikan negara dan ada pemalsuan tanda tanggaaannn ini namanya penipuan……. tangkap malingnya

  5. kasihan jadi staf selalu di kambing hitamkan… mudahan staf ini berani berteriak ketimbang masuk sendiri bilang aja naa-nama yang suruh anda berbuat tipu-menipu………. nasib anda sudah hance sekalian aja anda teriak bertau semua siapa aja yang maling uang negara

  6. terindikasi pemalsuan tanda tangan yang tersistematis yang di lakukan oleh oknum pegawai tata kota bima……
    udah jelas2 melakuan pemalsuan dan penipuan ko d diamin alias di non jobkan dan tidak d proses secara hukum,,???

    diminta kepada pak wali kota bima untuk segera memanggil kepala dinas dan bawahanya tersebut untuk segera mengklarifikasi persoalan itu,,.karana udah mencoreng nama kota bima…

  7. terindikasi pemalsuan tanda tangan yang tersistematis yang di lakukan oleh oknum pegawai tata kota bima……
    udah jelas2 melakuan pemalsuan dan penipuan ko d diamin alias di non jobkan dan tidak d proses secara hukum,,???

    diminta kepada pak wali kota bima untuk segera memanggil kepala dinas dan bawahanya tersebut untuk segera mengklarifikasi persoalan itu,,.karana udah mencoreng nama baik kota bima…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *