Menpan RB Tutup Diklat Revolusi Mental Asal Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Menpan RB Yuddy Crisnandi menutup secara resmi diklat revolusi mental pembangunan karakter bangsa angkatan X asal Kota Bima NTB, Sabtu (12/3).

Menpan RB dan Walikota Bima

Menpan RB dan Walikota Bima. Foto: Hum

Dalam sambutannya Yuddy mengatakan, proses pelayanan secara profesional dan transparan, termasuk dalam hal pelayanan, menjadi sebuah keharusan demi terwujudnya pemerintahan yang sesuai dengan harapan dan tuntutan masyarakat.

“Untuk mewujudkan harapan tersebut, tentu harus melalui penyelarasan program pembinaan ASN dari pusat hingga daerah, dalam penyelenggaraan pengelolaan ASN secara Nasional,” ujarnya melalui siaran Pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Ghazali.

Menurut Yuddy, penyelarasan program ASN harus berdasarkan pada manajemen kepengawaian yang lebih profesional dan transparan sesuai dengan kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil dan wajar tanpa ada perbedaan latar belakang.

ASN sebagai motor penggerak pemerintahan dan pembangunan memiliki peran yang sangat signifikan dalam mewujudkan program Nawacita, dimana salah satu program Nawacita adalah melakukan revolusi karakter bangsa, mengingat pentingnya revolusi mental ASN, maka setiap ASN harus memiliki sikap dan kesiapan untuk berubah agar tidak menjadi korban dari perubahan itu sendiri.

Dengan revolusi mental, ASN diharapkan dapat melakukan perubahan dalam pelayanan dan berfikir secara cepat serta dapat merespon, bertindak dan bekerja secara profesional dalam melaksanakan tugas tugas pemerintahan dan pembangunan.

Untuk membentuk sosok ASN yang professional, menurut Yuddy ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan yakni proses penelitian, pengkajian dan inovasi manajemen ASN, pembinaan dan penyelenggaraan diklat pegawai ASN, merencanakan dan mengawasi kebutuhan diklat pegawai ASN secara nasional serta menyusun standar dan pedoman penyelenggaraan dan pelaksanaan diklat teknis fungsional dan penjenjangan tertentu serta pemberian sertifikasi dibidangnya dengan melibatkan Kementrian dan lembaga terkait dan memberikan sertifikasi kelulusan bagi peserta.

UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN menurut Yuddy, lahir guna mendorong terbentuknya ASN yang profesional, netral, bebas dari praktek KKN serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat. Disamping itu ASN dituntut untuk menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa, semuanya akan terwujud melalui revolusi mental yang dilakukan secara sinergis dan berkelanjutan.

Tupoksi yang diberikan dalam amanat UU ASN memberikan peluang sekaligus tantangan bagi aparatur, Diklat revolusi mental kiranya dapat mewujudkan harapan tersebut. Agar kelak Indonesia menjadi negara yang memiliki pemerintahan kelas dunia sebagaimana harapan Jokowi – JK dalam program nawacitanya,

Sementara itu, Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin yang mendampingi peserta Diklat saat pembukaan dan penutupan menaruh harapan besar terhadap 63 peserta diklat revolusi mental pembangunan karakter bangsa asal Kota Bima, agar menjadi ASN yang profesional yang mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Harapan ini bukan saja dari saya tapi juga tuntutan harapan masyarakat Kota Bima,” tegasnya.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *