BLH Olah Sampah Jadi Kerajinan

Kota Bima, Kahaba.- Sejak tahun 2014 lalu, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bima mendirikan Bank Sampah. Dengan tujuan, mengajak masyarakat untuk menabung sampah, kemudian merubahnya menjadi kerajinan, berbagai jenis.

Laely menunjukan kerajinan dari hasil Bank Sampah. Foto: Bin

Laely menunjukan kerajinan dari hasil Bank Sampah. Foto: Bin

Bank Sampah ‘Karaso Rasa’ Kota Bima diakui Kasi Peran Serta Masyarakat dan Dunia Usaha BLH Kota Bima, Isna Laely Rahmah berfungsi sebagai alternatif kelola sampah di Kota Bima. Bentuknya seperti Bank, hanya saja BLH mengelola sampah yang ditabung oleh masyarakat, kemudian nanti dikonfersi menjadi uang.

“Tarif sampah, kita pakai harga pasaran, misalnya seperti gelas plastik Rp 1000 perkilo, kertas atau buku Rp 800 rupiah perkilo. Sampah yang kita tabung untuk sementara anorganik,” ujarnya, Rabu (16/3).

Diakuinya, sampah sampah yang ditabung oleh masyarakat sebagian digunakan untuk membuat kerajinan dan sebagiannya lagi jual. Adapun kerajinan yang sudah dibuat dan laku di pasaran seperti, Tas, Piring, Tempat Tisu, Bros, Tempat Gelas dan Topi.

” Bros sudah banyak yang laku, kadang dijual Medsos dan antar ke Kantor Kantor,” bebernya.

Kerajinan tersebut, sambungnya, diawali pembuatannya oleh BLH, kemudian berlanjut ke tingkat masyarakat, melalui Kelurahan yang menjadi tempat binaan BLH. Hasilnya pun cukup untuk merangsang kreatifitas masyarakat.

Keberadaan Bank Sampah hingga tahun 2016, menurut Laely, masih perlu partisipasi aktif masyarakat. Selama ini, kendalanya masih kekurangan SDM. Sebab, masyarakat masih enggan membawa sampah ke Bank sampah, antisipasinya BLH menjadwalkan jemput sampah di rumah-rumah warga, dengan jadwal 2 kali dalam satu bulan.

“Kita memang belum pernah Lounching dan promosi tentang Bank Sampah. Selama ini, mensosialisasikannya masih numpang pada kegiatan lain, karena kendala masalah anggaran,” ungkapnya.

Ditanya sudah berapa Nasabah dan tabungan yang paling banyak berapa, ia menjawab, Nasabah sudah banyak dan Nasabah yang paling banyak tabungannya Rp 1,3 juta.

Laely berharap, dengan adanya Bank Sampah tersebut, semakin mendorong masyarakat Kota Bima untuk memperhatikan kebersihan lingkungan. Kemudian, sampah yang ditabung, bisa dimanfaatkan untuk berbagai jenis kerajinan lokal, yang laku dan digemari.

“Kami yakin, dengan adanya Bank Sampah ini, kreatifitas masyarakat untuk mengolah sampah menjadi produk yang layak dijual, bisa terus didorong dan berkembang dengan baik. Dampak lainnya, kesadaran masyarakat akan kebersihan juga meningkat,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *