Jalin Kemitraan dengan Pers, KPU Kota Bima Gelar Media Ghatering

Kota Bima, Kahaba.- Ingin membangun hubungan kemitraan dengan Pers, jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima menggelar kegiatan Media Ghatering, Jumat (18/3). Acara berlangsung sederhana di Taman Ria dan dihadiri sejumlah Pimpinan Media.

KPU Kota Bima melaksanakan Media Ghatering. Foto: Bin

KPU Kota Bima melaksanakan Media Ghatering. Foto: Bin

Ketua KPU Kota Bima, Bukhari mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengeratkan hubungan antara KPU dan Media. Karena KPU punya kepentingan besar terhadap media, dalam rangka publikasi dan sosialisasi program KPU.

“Media ini jembatannya KPU untuk Publik. Kami ingin semua yang kita laksanakan bisa diketahui oleh public, terlebih saat tahapan Pilkada Kota Bima Tahun 2018 nanti,” ujarnya.

Menurut mantan Wartawan itu, peran Media sangat signifikan. Selain publikasi dan membantu sosialisasi, media juga punya peran strategis untuk mencerdaskan masyarakat. Untuk itu, dirinya berharap pemberitaan pemberitaan yang disajikan nanti bernilai pendidikan dan mencerdaskan pembaca dan pemilih.

Pada kesempatan itu, Bukhari juga meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat bahwa Pilkada Kota Bima dilaksanakan Tahun 2017. Informasi tersebut keliru, dan yang sebenarnya sesuai aturan Pilkada Kota Bima digelar pada Tahun 2018.

“Ini perlu kami sampaikan, agar masyarakat tahu, dan tidak bertanya tanya. Pilkada Kota Bima Tahun 2018 nanti akan bersamaan dengan Pilkada Gubernur NTB,” ungkapnya.

Mengenai persiapan penyelenggaraan untuk Pilkada Tahun 2018, ia mengaku sejak Januari KPU sedang giat merancanng kebutuhan biaya. Targetnya, sebelum penyampaian KUA PPAS 2017, Rencana kebutuhan anggaran itu sudah rampung pada bulan April.

“Dalam draft penyusunannya sebanyak Rp 13 Miliar, tapi kita lihat dalam dinamika pembahasan. Karena bisa saja kurang dan bertambah,” tuturnya.

Bukhari menambahkan, yang menjadi pekerjaan besar pihaknya pada Pilkada Tahun 2018 nanti, yakni meningkatkan angka partisipasi masyarakat. Jika pada tahun sebelumnya sekitar 83 persen, tahun 2018 nanti ditargetkan angka partisipasi masyarakat bisa mencapai 85 persen.

Selain itu, meningkatkan validitas data penduduk, agar tidak lagi ada pemilih ganda, dan pemilih yang tercatat, padahal tidak ada.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *