Ingin Makan Jago Sombu, Silahkan ke Bazar STIE Bima

Kota Bima, Kahaba.- Jago Sombu merupakan makanan tradisional Bima yang sudah jarang ditemui. Jika rindu ingin mencicipi, maka tidak mudah menemukan orang yang menjualnya. Makanan dari jagung yang ditaburi parutan kelapa, sedikit gula dan garam itu memang sudah digerus zaman. (Baca. Bazar STIE Bima, Jiwa Entrepreneurship Mahasiswa Diasah)

Mahasiswa K. 1 Semester IV STIE Bima menunjukan Jago Sombu. Foto: Bin

Mahasiswa K. 1 Semester IV STIE Bima menunjukan Jago Sombu. Foto: Bin

Tapi, jika ingin merasakan kembali kelezatannya, warga Bima bisa berkunjung ke Bazar STIE Bima, di Lapangan Serasuba (Merdeka) Bima, malam ini Sabtu (19/3) dan besok Minggu (20/3). Disana ada sekelompok mahasiswa yang menjajakan makan tersebut.

Adalah mahasiswa K. 1 Semester IV STIE Bima, memilih membuat Jago Sombu untuk menjadi produk andalan pada Bazar STIE Bima Tahun 2016. Bukan kue kering atau makanan yang sekarang sering ditemui.

Arma Mardia, mahasiswa yang mewakili K. 1 Semester IV mengatakan, membuat Jago Sombu memang sudah menjadi kesepakatan kelompoknya yang beranggotakan 40 orang. Dengan harapan, makanan tersebut bisa memenuhi rasa nostalgia dengan masa lalu.

“Kami membuat Jago Sombu dalam dua jenis. Pertama Jago Sombu asli dan kedua Jago Sombu yang dikreasikan dengan penambahan Coklat dan Keju. Jadi pengunjung bisa memilih yang mana yang diinginkan,” ujarnya.

Jajaran STIE Bima pose bersama. Foto: Bin

Jajaran STIE Bima pose bersama. Foto: Bin

Diakui Arma Madia, membuat makanan tradisional itu tidak terlalu sulit. Cukup membeli Jagung Merah di Pasar, kemudian diiris, dicuci, dikukus sekitar 20 menit. Kemudian dicampur dengan parutan kelapa, garam secukupmya dan gula.

“Apabila ingin dikreasikan dengan Coklat dan Keju, maka tinggal ditaburi saja dengan mentega dan ditaburi Coklat dan Keju, kemudian langsung dinikmati,” katanya.

Sejak sore hingga menjelang malam, tambahnya, sudah ada beberapa pengunjung yang mampir dan membeli Jago Sombu tersebut. Ia berharap, semoga makanan tradisional itu bisa memenuhi rasa rindu masyarakat Bima ingin merasakannya kembali.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *