Diklat Revolusi Mental Jadi Indikator Calon Sekda

Kota Bima, Kahaba.- Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima Ihya Ghazali mengakui, Diklat Revolusi Mental di Lembaga Astahannas Subang Jawa Barat yang diikuti mulai pejabat eselon IV sampai II, menjadi indikator pemilihan Calok Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima Tahun 2016.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Ghazali. Foto: Bin

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Ghazali. Foto: Bin

Kata dia, berhubung tahun ini akan mulai diseleksi calon Sekda Kota Bima, maka sejumlah indikator pun akan menjadi penilaian, termasuk Diklat Revolusi Mental yang diikuti pejabat Kota Bima gelombang pertama.

“Proses Diklat Revolusi Mental kemarin juga menjadi nilai untuk menentukan siapa calon Sekda. Karena saat Diklat Revolusi Mental, karakter dan kedisiplinan pejabat benar – benar diperhatikan,” ujarnya, Rabu (23/3).

Kata dia, pejabat yang mengikuti Diklat Revolusi Mental dibentuk dan dididk cara berpikir dan berprilaku menjadi pejabat. Hasil yang diharapkan, pejabat bisa menjadi tauladan dalam menunjukan etos kerja, terutama memberikan pelayanan yang terbaik bagi rakyat Kota Bima.

*Bin

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *