Suami Suka Mabuk, Ibu Muda Makan Baygon

Kota Bima, Kahaba.- Depresi lantaran suami suka mabuk-mabukan, ibu muda asal Kelurahan Penatoi Kota Bima nekad mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara menenggak obak nyamuk bakar (baygon .red), kejadiannya Selasa (11/7) pukul 19.00 wita dibelakang kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bima. Untungnya korban MR (27) berhasil diselamatkan oleh rekan-rekannya setelah mendapatkan perawatan insentif di ruangan IGD RSUD Bima.

Nona tetangga korban diwawancara media ini diruang IGD RSUD Bima menceritakan bila beberapa hari menjelang kejadian korban kerap mengeluhkan ulah suaminya yang selalu mabuk-mabukan. Setiap pulang ke rumahnya korban selalu mendapatkan sang suami dalam kondisi mabuk, baik siang, sore maupun malam harinya. Hobi suaminya ini selalu menjadi problema dalam keluarga korban, meski korban kerap memberikan nasihat namun tidak pernah didengarkan malah menjadi-jadi.

Akibat masalah tersebut korban nekat coba bunuh diri, awalnya korban dilarang oleh tetangga dan teman-temannya, namun korban tetap nekad, bahkan rencana bunuh dirinya kemudian dilakukan di belakang kantor KPU untuk menghindari pengawasan keluarga dan tetangga. Untungnya kata Nona, sempat ada teman korban yang melihat gelagat buruk MR kemudian mengikutinya. Benar saja, ketika didekati ternyata korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri, kejang kejang  dengan mulut berbusa dengan bau obat nyamuk bakar yang dimakannya.

Dokter IGD RSUD Bima, Dr. Reni menjelaskan bahwa kondisi korban saat tiba di ruangan UGD sudah  kritis dan tidak sadarkan diri. Petugas medis mengambil tindakan pertolongan pertama untuk korban keracunan dengan memasukan selang ke dalam lambung untuk mengeluarkan cairan dalam lambung guna membuang obat nyamuk yang ditelannya. Kini kondisi pasien sudah mulai membaik walaupun belum dapat berbicara.[BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *