Praja IPDN Kunjungi Bakesbangpol

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan praja Institut Pemerintahan Dalam Negri (IPDN) mengunjungi Bakesbangpol Kota Bima. Kunjungan tersebut dalam rangka kegiatan praktek lapangan.

Praja IPDN Kampus NTB saat upacara penerimaan di Halama Kantor Pemkot Bima. Foto: Hum

Praja IPDN Kampus NTB saat upacara penerimaan di Halama Kantor Pemkot Bima. Foto: Hum

Kepala Bakesbangpol Kota Bima melalui Kabid Pengkajian Masalah Strategis dan Penanganan Konflik, Sugiharto mengatakan, kehadiran mereka ingin bersilaturahmi sekaligus mendapatkan bimbingan dan pelajaran terkait sistem kerja.

“Praja IPDN yang praktek lapangan di Kelurahan Sambinae ini mendiskusikan tentang regulasi aturan dan mekanisme kerja di Bakesbangpol. Disamping itu mereka belajar budaya dan adat istiadat di Kota Bima, sehingga kedua hal tersebut sekaligus menjadi laporan praktek lapangan mereka selama disini,” ujar Sugiharto, Rabu (24/3).

Pihaknya juga menjelaskan, tugas dan fungsi Bakesbangpol cukup luas, teliti dan terperinci dengan baik. Sebab Bakesbangpol bertindak sebagai mata, hidung dan telinga Pemerintah Daerah, terkait kondisi dan stabilitas daerah.

Kabid Pengkajian Masalah Strategis dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kota Bima Sugiharto. Foto: Eric

Kabid Pengkajian Masalah Strategis dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kota Bima Sugiharto. Foto: Eric

“Memantau dan memastikan kondisi daerah aman dan damai, lalu melaporkan secara aktual kepada Kepala Daerah, itulah tugas kami,” katanya.

Terkait stabilitas daerah yang selalu menjadi dinamika di lapangan, pihaknya harus cepat mengidentifikasi secara cepat dan komplit, sehingga bisa dilakukan upaya pencegahan terlebih dahulu.

“Bila ada permasalahn yang dapat menimbulkan efek buruk terhadap stabilitas daerah, minimal dapat dicegah sedini mungkin,” tandasnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *