Orok Ditemukan Terbuang di Tempat Penjualan Jagung Panda

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kasus pembuangan orok kembali terjadi di Bima. Jumat (25/3) pukul 09.20 Wita, Warga Desa Panda Kecamatan Palibelo dihebohkan dengan penemuan orok berjenis kelamin perempuan, di sekitar penjualan jagung Desa Panda.

Ilustrasi

Ilustrasi

Informasi yang dihimpun Kahaba, warga setempat, Usman penjual jagung bakar di Desa Panda, yang pertama kali menemukan orok tersebut. Orok yang diduga dibuang oleh orangtuanya itu masih dalam keadaan hidup.

Hasil pemeriksaan Bidan Desa Panda, orok dengan berat badan lebih kurang 1 kg, panjang 30 cm, berusia 7 bulan dalam kandungan itu lahir sekitar pukul 05.00 Wita.

“Setelah bayi itu ditangani pihak Pustu Desa Panda, kemudian dirujuk ke RSUD Bima. Karena bayi tersebut perlu dirawat di inkubator,” ujar Kasat Reskrim Polres Bima AKP Ericson SIK yang dihubungi melalui telepon seluler.

Saat ini, diakuinya, Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi, guna mendalami motif dan siapa pelaku yang tega membuang darah dagingnya sendiri.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *