Warga Oi Bura Ikuti Sekolah Tehnik Fasilitasi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puluhan warga Desa Oi Bura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima, Sabtu (26/3) siang mengikuti Sekolah Tehnik Fasilitasi. Kegiatan ini diadakan Lakpesdam PCNU Kabupaten Bima di desa setempat.

Warga Oi Bura saat mengikuti Sekolah Tehnik Fasilitasi. Foto: Ady

Warga Oi Bura saat mengikuti Sekolah Tehnik Fasilitasi. Foto: Ady

“Sekolah Tehnik Fasilitasi ini merupakan upaya kita untuk mendorong pembangunan desa partisipatif di Desa Oi Bura,” jelas Ketua Tim Program Lakpesdam NU Kabupaten Bima, Abdul Haris, Sabtu (26/3).

Pada hari kedua terangnya, dilanjutkan dengan Sekolah Tata Kelola Desa dengan peserta yang sama. Tujuan kegiatan, yakni memberikan pemahaman kepada masyarakat Oi Bura terkait pengetahuan tentang desa. Sehingga masyarakat bisa berpatisipasi dalam mewujudkan pembangunan yang merata.

Haris mengaku, Oi Bura adalah desa dampingan program Lakpesdam sejak akhir Tahun 2014 lalu. Untuk tahun ini, pelaksanaan program terfokus pada penguatan kapasitas desa melalui konsep sekolah kepemimpinan.

Dalam sekolah kepemimpinan tersebut lanjut dia, terdapat sejumlah item materi pengetahuan tentang desa. Diantaranya, tehnik fasilitasi, analisis sosial desa, tata kelola desa, perencanaan pembangunan, penganggaran, sekolah perempuan desa hingga sekolah jurnalistik.

“InshaAllah program ini akan berjalan hingga Bulan November 2016 mendatang. Dan sekarang sudah tiga bulan berjalan di tahun kedua,” jelas Haris di lokasi kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan didukung mitra lembaga dari Non Goverment Organitation (NGO) Internasional, The Asia Foundation (TAF) melalui Lakpesdam PBNU. Ditingkat daerah, PC Lakpesdam NU Kabupaten Bima dipercayakan sebagai pelaksana program.

“Alhamdulillah, masyarakat Oi Bura begitu semangat mengikuti program kami dan mereka punya motivasi kuat untuk memajukan desanya,” tandas dia.

Fasilitator sekolah tehnik fasilitasi, Rahmat Hidayat dalam pemaparannya memberikan gambaran, menjadi fasilitator sangat berbeda dengan menjadi narasumber, pemateri atau pengajar.

“Fasilitator berperan sebagai jembatan untuk mempermudah orang lain untuk mendapatkan ilmu dengan metode peran serta maupun partisipasi dari peserta,” terangnya.

Pemahaman dasar ini menurutnya, penting diketahui masyarakat sebagai bekal untuk mentransformasikan gagasan, ide, maupun usul-saran pada saat proses perencanaan, penganggaran dan pengambilan keputusan untuk kepentingan desa.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *