Songsong Pembangunan, FKUB Dorong Peran Pemuda Lintas Agama

Kota Bima, Kahaba.- Kondusifitas daerah merupakan tanggungjawab bersama masyarakat. Salah satunya, sangat bergantung dari peran pemuda. Biar bagaimanapun, peran pemuda dalam menjaga keamanan ikut menunjang kelancaran pembangunan daerah.

FKUB saat pertemuan lintas pemuda. Foto: Ady

FKUB saat pertemuan lintas pemuda. Foto: Ady

Atas dasar itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bima menggelar kegiatan Dialog Pemuda Lintas Agama, Rabu (30/3) pagi di aula setempat. Tema yang diangkat yakni Peran Pemuda Dalam Menyongsong Pembangunan Kota Bima, Kota Tepian Air.

Kegiatan ini melibatkan peserta dari pelajar OSIS, organisasi kemahasiswaan, organisasi pemuda dan pemuda lintas agama. Menghadirkan narasumber dari Pemerintah Kota Bima, TNI, Polri, Akademisi dan Tokoh Agama.

“Pemuda lintas agama perlu duduk bersama, mencurahkan pikiran, ide dan gagasan untuk menyongsong pembangunan Kota Bima,” jelas Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar.

Menurut Eka, saat ini keberadaan pemuda masih dipandang sebelah mata oleh sejumlah pihak. Hal itu diperburuk citra pemuda karena terlibat berbagai persoalan. Seperti kasus narkoba dan terorisme. Dua kasus ini, melibatkan para pemuda sebagai pelaku dominan.

Padahal kata dia, pemuda menjadi harapan daerah dan bangsa karena tonggak pembangunan ada ditangan mereka. Begitu pula, dalam konteks menjaga kerukunan antar umat beragama peran pemuda sangatlah menentukan.

“Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusifitas daerah. Termasuk pemuda lintas agama harus menampilkan peran untuk menyongsong pembangunan di daerah ini,” tuturnya.

Dirinya berharap, kegiatan dialog pemuda lintas agama dapat membangun harmonisasi dan menyatukan persepsi para pemuda untuk saling menjaga toleransi. Serta bahu-bahu untuk saling membantu menjaga ketertiban di daerah.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. program yng tidak jelas… kota bima tepian air lah… ntar 5 mnt lg jadi kota apa lah…. mana seh yg benar kota bima…. mana moto dan temannya sehhhhh kota bima nehhhhh….. sepertinya mana kaya hati walikota aja…. ntar kota mati lg tema 2018…. karena selamat tinggallllllll walikota lagi….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *