Pastikan Mayat Anaknya, Orang Tua Ishaka ke Poso

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sukardin, orang tua Ishaka warga Desa O’o, Kecamatan Donggo, yang tewas saat kontak senjata dengan aparat gabungan TNI dan Polri di Poso, Sulawesi Tenggara beberapa waktu lalu, hari ini Rabu (30/3) akan berangkat ke Poso, untuk melihat langsung dan memastikan itu mayat anaknya.

Sukardin, orang tua Ishaka warga Desa O’o, Kecamatan Donggo. Foto: Deno

Sukardin, orang tua Ishaka warga Desa O’o, Kecamatan Donggo. Foto: Deno

Ditemui di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, wajah Sukardin terlihat sedih, rasa rindu ingin bertemu dengan buah hatinya sudah tak tertahankan. Terlebih mendengar jika anaknya tersebut sudah tewas karena terlibat jaringan teroris Santoso, membuatnya ingin segera tiba di Poso.

Ia mengaku, selama dua tahun tidak pernah berkomunikasi dengan anaknya. Selama ini dia hanya tahu Ishaka pergi kuliah ke Makassar, setelah itu dirinya tidak pernah lagi berkomunikasi dan mendengar kabarnya.

“Saya kaget saat polisi datang mengabarkan kalau anak saya meninggal dan terlibat jaringan Santoso,” ujarnya.

Setelah mendengar kabar tersebut, ia pun jatuh sakit. Sekarang pun masih tidak kuat untuk ke Poso, karena ingin melihat jasad anaknya, Sukardin memaksa diri agar bisa dipastikan mayat itu anaknya.

“Saya berharap jasad itu benar-benar anak saya, tolong dikembalikan ke Bima, kalau tidak bisa dikembalikan, saya akan ikhlas dan serahkan pada sang illahi,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Donggo, Safarudin mengatakan, orang tua Ishaka ke Poso akan didampingi oleh keluarga dan anggota Polisi. Seluruh biaya keberangkatan akan ditanggung sepenuhnya oleh Negara.

“Mayat Ishaka dibawa ke Bima sepertinya tidak bisa, kemungkinan besar Ishaka akan dikuburkan di Poso. Kepergian Sukardin, untuk memastikan mayat tersebut anaknya. Kemungkina nanti akan dites DNA,” tuturnya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *