Lima Sekolah Laksanakan UN Berbasis Komputer

Kota Bima, Kahaba.- Pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tanggal 4-6 April nanti, sebanyak Lima Sekolah yang akan melakukan UN Berbasis Komputer. Sisanya, UN dengan sistem manual.

Ilustrasi

Ilustrasi

Kabid Dikmen Dinas Dikpora Kota Bima, Abdul Azis menyebutlan, lima sekolah itu masing – masing SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4 dan MAN2 Kota Bima.

Untuk pelaksanaan UN Berbasis Komputer, kata dia, Kepala Sekolah harus mengajukan berkas kelayakan sekolah pada Dinas Dikpora. Kemudian Dinas Dikpora bekerja sama dengan Provinsi NTB untuk melakukan verifikasi.

“Pihak Provinsi NTB kemudian menentukan sekolah yang layak melaksanakan UNBK. Dalam proses UN Berbasis Komputer, akan lebih hemat dan lebih gampang pelaksanaanya, dibandingkan ujain manual,” tuturnya, Jumat (1/4).

Kelima sekolah tersebut, diakuinya sudah siap melaksanakan UN Berbasis Komputer. Sejumlah persiapan dan pelatihan untuk memudahkan proses UN, juga sudah sering dilaksanakan.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Rahmah

    Tolong beritanya di ralat,,yg bnr adalah MAN 1 Kota Bima bukan MAN 2,,sejak lama selalu pihak MAN 1 Kota Bima yg rugi akibat berita yg slh,,mhn profesionalisme sbg berita diutamakan,,

  2. Fathurrahman

    Ini kenyataan pada dunia jurnalisme, ketika salah mereka tidak mau mengakui n meralatnya, sedangkan ketika para pejabat atau masyarakat melakukan kesalahan sedikit aja langsung di tambah2 berita, indonesia kapan bs maju jika jurnalisnya aja bnyk bohongnya hahahaha

  3. Fathurrahman

    Junalis ketika mendapat kritikan lebih banyak tidak mau memperbaikinya, alasan mereka selqlu aja hak berbicara n itulah yang membuat indonesia selalu hancur n tidak berkembang karena yang menghambat & mengancurkan y warga n jurnalisnya sendiri hahahah kebohingan memang selalu dilindungi oleh yang namanya hak berbicara

  4. Raden

    Wartawan itu menulis pernyataan sumber, bukan karangan wartawan sendiri.
    Kalau nama sekolah menurut anda – anda salah, berarti sumbernya yang keliru menyebutkan nama sekolah..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *