7661 Siswa SMA Sederajat Ikuti UN

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat dimulai hari ini sampai empat hari ke depan. Di Kabupaten Bima, peserta UN diikuti oleh sebanyak 7661 siswa. Dengan jumlah sekolah sebanyak 53 SMA, 19 SMK dan 27 MA.

Kasi Kurikulum Bidang Dikmen Dinas Dikpora Kabupaten Bima Fatahurrahman. Foto: Ady

Kasi Kurikulum Bidang Dikmen Dinas Dikpora Kabupaten Bima Fatahurrahman. Foto: Ady

Peserta UN terdiri dari, MA dan SMA sebanyak 6434 siswa serta SMK sebanyak 755 siswa. Jumlah ini baru termasuk sekolah yang menggunakan sistem ujian tertulis. Sementara untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pesertanya sebanyak 363 siswa tingkat SMK.

“Ada tiga SMK yang melaksanakan UNBK yakni SMKN 1 Bima, SMKN 3 Bima dan SMKM 5 Bima,” jelas Kasi Kurikulum Bidang Dikmen Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Fatahurrahman, Senin (4/4) pagi.

Kemudian UNBK tingkat SMA jumlah pesertanya sebanyak 109 siswa. Hanya dilaksanakan oleh SMAN 3 Bima karena didukung fasilitas multimedia.

“UN dilaksanakan selama tiga hari untuk SMA dan empat hari untuk SMK karena ditambah ujian kompetensi,” jelasnya.

Ujian dilaksanakan secara serentak mulai Pukul 07.30 Wita. Setiap hari ada dua mata pelajaran yang diujikan. Pada hari pertama Bahasa Indonesia dan Kimia untuk Jurusan IPA, Bahasa Indonesia dan Geografi untuk Jurusan IPS, Bahasa Indonesia dan Sastra untuk Jurusan Bahasa.

“Satu mata pelajaran dua jam dengan soal pilihan ganda dan sistem acak. Antara satu siswa dengan siswa lain soalnya berbeda,” terang Fatahurrahman.

Dia menambahkan, meski wajib diikuti siswa sebagai prasyarat kelulusan, UN saat ini tak lagi menjadi penentu kelulusan seperti dulu. Kelulusan siswa dikembalikan kepada kewenangan pihak sekolah dengan tetap memperhatikan indikator penentu lainnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *