Diduga Oknum PNS Aniaya Janda Miskin

Kota Bima, Kahaba.- Perilaku tidak terpuji dilakukan oknum PNS yang bekerja di Kelurahan Dara, SDR. Yang bersangkutan bersama istrinya FRD, SHD adik ipar SDR dan HLM salah satu staf Kelurahan Dara mengeroyok dan menganiaya seorang janda miskin, Yati warga Lingkungan Ni’u Kelurahan Dara, sebulan yang lalu.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut keluarga korban, Jufrin, Yati dikeroyok dan dianiaya sehingga mengalami sejumlah luka disekujur tubuhnya. Atas kejadian tersebut, pihaknya pun melapor ke Polsek Rasanae Barat untuk diproses hukum.

“Sebab kejadian itu pun tidak jelas. Tapi menurut pengakuan pelaku, Yati telah mencaci maki istri SDR, saat boncengan melewati jalan raya sekitar Niu. Namun kenyataannya Yati tidak melakukan itu. Yati bersumpah tidak melihat keduanya apalagi mencaci maki,” ujarnya.

Karena mendengar caci maki tersebut, sehari kemudian SDR danm tiga orang itu kembali ke Niu dan menemui Yati. Tanpa basa basi, Yati kemudian dikeroyok dan dianiaya. Namun yang membuatnya heran, sejak kasus tersebut dilaporkan, bahkan Yati sudah divisum, pelaku tak kunjung ditahan.

Sementara itu, Kapolsek Rasanae Barat, AKP. Jamaludin mengakui Yati sudah melapor kasus yang menimpanya pada tanggal 7 Maret 2016 lalu. Namun pada waktu yang sama, SDR dan tiga orang yang diduga melakukan penganiayaan itu juga mengajukan laporan atas tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh Yati bersama ibunya.

“Kasus ini masih kami dalami dan masih dalam proses penyelidikan, karena keduanya sama-sama melapor sebagai korban. Jadi kami harus hati-hati menanganinya, karena pelapor masing-masing memiliki versi cerita yang berbeda-beda,” katanya, saat ditemui di ruanganya, Senin (4/4).

Diakuinya, dari kedua pelapor tersebut pihaknya sudah memanggil masing-masing dua saksi, dan akan ada saksi lain yang akan kembali dipanggil.

“Hasil dari penyelidikan kasus ini akan kami informasikan lagi. Sekarang sudah ada upaya damai yang akan dilakukan oleh pihak Kelurahan Dara,” ucapnya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *