Siswi SMP Digagahi Remaja Tanggung

Kota Bima, Kahaba.-  Oknum remaja berinisial F (18) asal Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota diamankan Kepolisian Sektor (Polsek) Rasanae Timur. Oknum harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena diduga mencabuli siswi Kelas VII SMPN 9 Kodo berinisial PA (12) asal Kelurahan Dodu Kecamatan Rasanae Timur.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Tersangka dibekuk saat hendak membawa pulang korban menggunakan motor. Kita amankan di pertigaan Gudang Bulog Kelurahan Jatiwangi Kamis (31/3) lalu,” ungkap Kapolsek Rasanae Timur, IPTU Hasnun, Senin siang.

Kapolsek mengaku, penangkapan terhadap tersangka atas dasar laporan dari orang tua korban. Dalam laporannya Rabu (30/3) lalu, orangtua korban mengadukan kehilangan anaknya sejak Selasa (29/3). PA tidak pulang ke rumah setelah menonton acara Pawai Budaya di Kota Bima.

Atas laporan orang tua korban itu lanjutnya, kemudian ditindaklanjuti dengan pemanggilan beberapa saksi. Salah satunya, pemuda Kelurahan Kumbe berinisial IL. Dari keterangan IL, didapat beberapa informasi sehingga dilakukan pengembangan.

“Dari informasi itu, kemudian Kamis (31/3) malam tersangka diintai saat membonceng korban di pertigaan Gudang Bulog Kelurahan Jatiwangi. Tersangka akhirnya berhasil diamankan,” terangnya.

Kapolsek mengaku, berdasarkan keterangan korban dia dibonceng oleh IL sampai di pertigaan Nungga-Dodu. IL mengajaknya sampai di jalan pengairan persawahan Nungga-Rabadompu. Saat sampai ditempat sepi, korban sempat diajak berkencan. Namun korban menolak dan berhasil kabur.

Merasa ketakutan sambungnya, korban menghubungi tersangka F untuk menjemput. Rupanya kondisi itu dimanfaatkan F untuk memperdaya korban dan mendapatkan kenikmatan terlarang. Dari hasil keterangan korban, tersangka telah mencabuli dirinya.

“Karena F merupakan warga Jatiwangi, kasusnya telah dilimpahkan ke Polsek Asakota untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan IL masih dilakukan proses lebih lanjut di Polsek Rasanae Timur,” tandasnya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Ratu Bulkis

    Miris sekali melihat kondisi Bima sekarang ini. para begal yang semakin sadis, pengedaran narkoba yang kian marak, pembunuhan yang terus terjadi, hingga kasus perkosaan seolah menjadi berita yang tiada henti mewarnai Bima hari ini. Ini tentu menjadi pertanyaan tersendiri buat saya, apakah yang salah dari Bima sekarang? apakah sangsi hukum yang diberikan kepada pelaku kejahatan begitu rendah hingga membuat masyarakat dalam hal pelaku kejahatan tidak takut lagi? ataukah rendahnya pendidikan ahlak di sekolah-sekolah?atau ada faktor lain?.

    Bima berkawan hanyalah slogan tanpa makna, tak terealisasi dalam kehidupan nyata. Slogan itu menjadi harapan masyarakat di tengah ketakutan akan tingginya tingkat kejahatan di Bima. Agar harapan tersebut menjadi benar-benar nyata, perlu upaya dari pemerintah dan masyarakat dalam mencegah terjadinya kasus kriminal di Bima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *