Puluhan IRT Tertipu Arisan, Bendahara Dilapor Polisi

Kota Bima, Kahaba.- Kesal dengan ulah bendahara arisan H, 23 Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kelurahan Rabangodu Selatan, melaporkan bendahara tersebut ke Polisi. H diduga telah melakukan penipuan dengan modus arisan. Kini, arisan dengan lott Rp 4 juta/hari itu macet total.

Ilustrasi

Ilustrasi

M (45) bersama dua rekannya A dan S usai dimintai keterangan sebagai pelapor, Rabu (6/4) di Sat Reskrim Polres Bima menjelaskan, Arisan awalnya menyepakti Lott (keluar) dengan nilai Rp 4 juta per hari. Setelah nama pertama, H selaku bendahara yang disepakati keluar, selanjutnya arisan tidak pernah dikocok-kocok lagi.

Sejak awal Maret Tahun 2015 arisan macet, anggota arisan kemudian ribut dan mendatangi rumah H. Kehadiran mereka akhirnya di mediasi tokoh masyarakat dan Babinsa serta Babinkantibmas.

“Waktu itu kita bahkan melapor masalah ini ke Lurah setempat. Kemudian muncul solusi, arisan dikocok per minggu,” ujarnya M diamini dua rekannya.

Solusi tersebut akhirnya disepakati. Namun, pada saat waktu kocok arisan yang tunggu, justeru ditunda lagi, karena pengakuan H, belum ada pemasukan masing masing anggota arisan. Arisan pun macet hingga kini.

“Kami melapor masalah ini ke Polisi agar ingin memberikan efek jera untuk H, agar dapat mengembalikan uang yang disetor selama ini. Jika tidak mau mengembalikan, pihaknya melaporkan secara pidana,” ancam M dan dua rekannya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bima Kota AKP. Antonius F Gea SIK membenarkan adanya laporan tersebut dan akan dilakukan pemeriksaan.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *