Semangat Kebhinekaan Masyarakat Mulai Terkikis

Kota Bima, Kahaba.-Dewasa ini, semangat kebhinekaan rakyat Indonesia mulai terkikis. Perbedaan yang dulunya menjadi pondasi berdirinya bangsa perlahan mulai dimunculkan sebagai isu yang memecah belah rakyat Indonesia.

Sosialisasi empat pilar kebangsaan. Foto: Ady

Sosialisasi empat pilar kebangsaan. Foto: Ady

Demikian disampaikan Anggota DPR RI, H Muhammad Lutfi saat menyampaikan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Aula Hotel La Ila Kota Bima, Jum’at (8/4) sore. Kegiatan ini difasilitasi oleh GP Ansor Kabupaten Bima dan diikuti perwakilan pemuda dan masyarakat dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bima.

Dalam pemaparannya Anggota Komisi VII ini menilai, mulai terkikisnya semangat kebhinekaan telah menyebabkan tumbuhnya jiwa primordialisme masyarakat Indonesia diberbagai daerah. Hal ini dianggap menjadi ancaman bagi keutuhan NKRI bila terus dikembangkan.

“Primordialisme kembali muncul dan menjadi ancaman NKRI. Padahal, Kebhinekaan harus terus dijaga sebagaimana semangat pendiri bangsa kita dulu,” terang Alumni PMII Jakarta ini.

Persoalan lainnya kata Lutfi, mulai ada jarak antara negara dengan rakyat karena jiwa nasionalisme dan kebangsaan juga perlahan luntur. Tentunya persoalan ini berakibat pada lemahnya negara. Karena kekuatan negara ada pada kekuatan rakyatnya.

Imbasnya sambung dia, korupsi saat ini seolah menjadi budaya, padahal itu sangat bertentangan dengan semangat nasionalisme. Sangat jauh berbeda dengan banyak pendahulu bangsa yang berjasa terhadap negara tetapi mereka menjunjung tinggi harkat dan martabat negara.

“Mereka rela hidup miskin tetapi jiwanya untuk menjunjung tinggi martabat bangsa dan negara begitu tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Bima, Wahyudin mengatakan empat pilar kebangsaan bagi Ansor dan generasi muda NU sudah seringkali dibahas dan menjadi komitmen utama yang terpatri dalam jiwa. NU telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Bangsa dan Negara Indonesia.

“Semangat kebangsaan dan nasionalisme ini harus terus kita pupuk serta diimplementasikan dalam kehidupan. Salah satunya, melalui penanam pemahaman empat pilar kebangsaan seperti ini,” ujar Mantan Anggota DPRD Kabupaten Bima ini.

Wahyudin berharap, nilai-nilai kebangsaan dalam materi empat pilar bisa diwariskan oleh generasi muda NU Bima. Apalagi, dalam waktu dekat GP Ansor Kabupaten Bima akan melangsungkan Konfercab untuk memilih ketua dan membentuk kepengurusan baru.

“Mari generasi muda NU yang diakui bangsa sebagai bagian dari sejarah negara tetap menjaga NKRI dengan segala dinamika. Penanaman jiwa nasionalisme tetap harus terus dilakukan,” ajaknya.

 *Ady?

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *