Program Kesehatan Pertamina Diapresiasi Warga

Kota Bima, Kahaba.- Sejumlah warga Kecamatan Raba mengapresiasi perhatian PT Pertamina (Persero) terhadap Bidang Kesehatan. Program tersebut yakni Pelatihan Kader Kelurahan untuk mencegah dan menanggulangi secara dini penyakit Malaria, Kaki Gajah dan Demam Berdarah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Bima.

Kegiatan Pelatihan Kader Kesehatan yang digelar Pertamina di Kecamatan Raba. Foto, Ady

Kegiatan Pelatihan Kader Kesehatan yang digelar Pertamina di Kecamatan Raba. Foto, Ady

“Program ini sangat positif karena memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mengenali sekaligus menanggulangi berbagai penyakit,” kata salah satu warga, Nur Aini di Aula Kantor Camat Raba, Jum’at (8/4) pagi.

Menurut Nur Aini, selama ini masyarakat Kecamatan Raba cukup banyak yang terjangkit Malaria dan Demam Berdarah. Pemahaman dan pengetahuan yang minim terhadap bahaya penyakit kadang kala menyebabkan masyarakat apatis untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Budaya hidup bersih dan sehat belum maksimal di wilayah kita. Sampah masih berserakan dan air banyak tergenang sehingga banyak nyamuk penyebab demam berdarah berterbangan,” kata Wahidah warga lainnya.

Warga Kecamatan Raba berharap, program sosialisasi dan pelatihan kesehatan seperti ini dapat dilaksanakan lagi oleh Pertamina maupun Dinas Kesehatan Kota Bima. Tujuannya, agar angka penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk tersebut bisa diminimalisir.

Sementara itu, General Afair PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Kota Bima, Galih Setiawan menjelaskan, melalui kegiatan pelatihan kader kelurahan masyarakat diberikan pemahaman tentang bahaya penyakit Malaria, Kaki Gajah dan Demam Berdarah.

“Masyarakat tidak hanya diberi pemahaman, tapi juga dilatih cara menanggulanginya,” terang pria bertubuh tinggi asal Malang ini.

Dia berharap, usai pelatihan masyarakat bisa menjadi kader dan aktor di lingkungan masing-masing untuk menggerakkan pola hidup bersih bagi masyarakat lainnya. Selain itu, bisa meneruskan informasi terkait bahaya penyakit tersebut dan cara menanggulanginya.

“InsyaAllah pelatihan ini masih akan berlanjut di dua kecamatan lainnya di Kota Bima. Sebelumnya kita sudah laksanakan di tujuh kecamatan di Kabupaten Bima dengan materi soal bahaya penyakit lepra,” tuturnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *