Disbudpar NTB Gelar Sarasehan Budaya Mbojo

Kota Bima,Kahaba.- Dinas Pariwisata dan Budaya (Disbudpar) Provinsi NTB menggelar Sarasehan Budaya Mbojo, Selasa (12/4) di Gedung Paruna Na’e (Convention Hall). Kegiatan dengan tujuan mengenalkan Khasanah Budaya dan Peradaban Mbojo itu mengusung tema “Menggali Seni Budaya Mbojo”.

Budayawan dan Sejarawan saat Sarasehan Budaya Mbojo. Foto: Deno

Budayawan dan Sejarawan saat Sarasehan Budaya Mbojo. Foto: Deno

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Walikota Bima, Masyarakat, Seniman, Sejarawan Bima dan Mahasiswa.

Kepala Bidang kebudayaan Disbudpar NTB Faisal dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan, dalam rangka membangun Festival Budaya Mbojo yang dirangkaikan dengan HUT Kota Bima ke-14.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai budaya sekaligus melestarikan budaya Mbojo kepada masyarakat Bima khususnya pada generasi muda,” ujarnya.

Diakui Faisal, sebelum pihaknya menggelar kegiatan di Kota Bima, pada tanggal 9-10 menggelar Pentas Seni di Lapangan La Hani Sanggar Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Kegiatan tersebut diikuti para kelompok Seniman diberbagai Kecamatan Bima. Workshop itu dalam rangka meningkatkan penggunaan IT di Wilayah Tambora.

“Tambora merupakan salah satu destinasi wisata yang dikenal dunia. Keutamaan dan kelancaran program IT disana serta Napatilas situs-situs sejarah dapat diakses dengan cepat,” katanya.

Sementara di Kota Bima, sambungnya, akan diselenggarakan Festival Budaya akan mulai dari tanggal 12 April – 14 April 2016. Selain Sarasehan Budaya Mbojo, pihaknya juga mengadakan kegiatan lomba hias perahu di pantai, pameran Museum sepulau Sumbawa di ASI Bima.

Sementara itu, Wakil Walikota Bima H. Arahman H. Abidin  saat membuka secara resmi kegiatan tersebut mengatakan, penanaman nilai budaya harus menjadi tanggung jawab bersama, guna menjaga dan melestarikannya.

“Setelah kegiatan ini, semoga kedepan kita bisa melaksanakan Festival seperti ini dengan skala Nasional dan Internasional. Semua akan terwujud ketika kita mampu memelihara dan menanam nilai budaya Mbojo bersama-sama,” harapnya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *