Festival Teluk Bima Dimulai

Kota Bima, Kahaba.- Festival Teluk Bima kembali digelar, Rabu (13/4). Festival dibuka secara resmi oleh Walikota Bima di Pantai Lawata. Hadir pada acara pembukaan tersebut, Wakil Walikota, pimpinan BUMN dan BUMD, Kepala Adpel Bima, dan pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kota Bima.

Festival Teluk Bima. Foto: Hum

Festival Teluk Bima. Foto: Hum

 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bima H. Sukri dalam laporannya mengatakan, tahun ini merupakan tahun kedua penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dengan tujuan untuk mengembangkan sektor wisata dan budaya, khususnya wisata bahari. Hal ini sejalan dengan pengembangan kota tepian air.

Disebutkannya, ada 3 jenis lomba ndalam kegiatan tersebut. Pertama lomba perahu hias yang diikuti 75 perahu, lomba dayung yang diikuti 36 tim, dan lomba renang bebas.

“Hadiah bagi pemenang senilai Rp 25.000.000,- dan pengumuman pemenang serta penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada malam penutupan pameran pembangunan di Manggemaci,” ujarnya melalui siaran Pers yamg disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Ghazali.

Menandai dimulainya rangkaian kegiatan, dilaksanakan konvoi menggunakan perahu oleh Walikota dan jajaran, dengan rute dari dermaga Lawata, ke Wadu Mbolo, Ni’u, lalu kembali ke dermaga.

Sementara itu, Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin melalui sambutannya menyampaikan Walikota terima kasih kepada BUMN dan BUMD serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan ini, termasuk para sponsor yang menyediakan hadiah.

“Saya berharap ada hadiah berupa pelampung yang diberikan untuk nelayan. Mungkin Dinas Kelautan bisa mengupayakan ini,” harapnya.

Kata dia, yang perlu diperjuangkan sekarang adalah penataan kawasan Lawata ini agar semakin nyaman bagi pengunjung, salah satunya dengan mengalirkan air tawar bersih untuk keperluan pengunjung
*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *