Nenek ini Kritik Anggota Dewan

Kota Bima, Kahaba.- Saat diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi saat Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil I, di Lingkungan Mekar Baru Kelurahan Jatiwangi, Dae Ibo M. Saleh begitu bersemangat.

Dae Ibo saat kritik anggota DPRD Kota Bima. Foto: Bin

Dae Ibo saat kritik anggota DPRD Kota Bima. Foto: Bin

Mengawali penyampaian usulannya, Nenek yang berusia sekitar 63 Tahun ini mengeluarkan kalimat “Bangsa yang besar adalah masyarakat yang tidak melupakan sejarah”.

Kalimat itu dilontarkan, karena saat penyampaian aspirasi, warga dan anggota Dewan, hanya berbicara masalah pembangunan infrastruktur, tidak ada yang membahas masalah agama dan mental generasi.

“Dari tadi yang disampaikan hanya masalah pembangunan fisik, tapi tidak ada yang membahas soal pembanguna Mental generasi yang jauh dari nilai – nilai Islami,” kritiknya.

Kata dia, dulu di Lingkungan tersebut Taman Pengajian Al Quran (TPA) begitu hidup. Pengajian dan dzikir bersama sering dilaksanakan. Pembinaan generasi dengan nilai – nilai Islam, sering dilakukan. Tapi sekarang, sangat jauh dari yang diharapkan.

“Jadi, selain kita ingin bangun infrastruktur, mental Islami anak anak kita juga harus dibangun. Anggota Dewan juga harus memperhatikan masalah ini,” kritik Istri Ketua RT 24 itu.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bima M. Nor mengapresiasi kritikan Dae Ibo. Kritik tersebut merupakan kritik membangun yang harus ditindaklanjuti dan diperhatikan dengan serius.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *