56 Tahun Berkiprah, PMII Cetak Pemimpin Bangsa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Tanggal 17 April 1960 menjadi momentum bersejarah lahirnya organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Tercatat sudah 56 tahun lamanya, organisasi hasil gagasan generasi muda Nahdlatul Ulama (NU) ini berkiprah mengawal perubahan bangsa Indonesia.

Harlah PMII. Foto: Ady

Harlah PMII. Foto: Ady

Dalam kurun waktu itu, PMII telah mencetak sejumlah tokoh nasional yang mengisi berbagai lini pemerintahan dan panggung politik. Sebut saja, KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) merupakan majelis pembina PMII yang berhasil menjadi Presiden Republik Indonesia.

Kemudian Mahbub Djunaidi, Ketua Umum pertama PMII yang juga merupakan penulis, sastrawan sekaligus jurnalis handal pada era Presiden Soekarno. Lalu Surya Dharma Ali, Muhaimin Iskandar, M Ikbal Assegaf, Ali Masykur Musa, Nusron Wahid yang juga pernah mengisi jabatan menteri dan posisi penting di pemerintahan.

“Di era Pemerintahan Jokowi-JK, PMII juga punya kader yang berhasil menjadi Menteri, seperti Hanif Dakhiri, Marwan Jafar, Imam Nachrawi, Lukman Hakim Saifudin, dan Khofifah Indra Parawansa,” jelas Ketua PC PMII Bima, Awalul Rahman saat perayaan Hari Lahir (Harlah) PMII ke-56, tadi malam.

Selain mereka terang Awal, masih banyak kader PMII yang berhasil menjadi Anggota Legislatif mulai dari pusat hingga tingkat daerah. Hal ini membuktikan, PMII sebagai organisasi kader yang mencetak calon pemimpin bangsa.

Menurut Awal, keberhasilan sejumlah alumni di panggung nasional bukanlah untuk disombongkan, tetapi menjadi motivasi penting bagi kader PMII di daerah agar semangat belajar dan berorganisasi. Karena lewat organisasilah jiwa kepemimpinan dan kritik terasah.

“Saya berharap, melalui momentum peringatan Harlah ke-56 ini para kader terus meningkatkan kapasitas diri, mengasah pengetahuan dan jiwa sosial sehingga bisa berbuat untuk bangsa dan daerah,” tuturnya.

Peringatan Harlah, Sabtu (16/4) malam diadakan secara sederhana di Meeting Room Hotel La Ila Kota Bima. Dihadiri sejumlah alumni, pengurus, kader dan anggota PMII Bima.

Menandai pergantian malam, dilakukan pemotongan kue dan tiup lilin sebagai bentuk kesyukuran bertambahnya usia organisasi berhaluan Ahlusunnah Wal Jama’ah tersebut.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *