Keluarga Tersangka Togel Ngaku Ditipu Oknum Polisi, Rp 10 Juta Raib

Kota Bima, Kahaba.-  Keluarga Tersangka Bandar Togel YA warga Kelurahan Penaraga yang ditangkap Ferbruari lalu, merasa telah ditipu oleh Oknum Polisi FR sebanyak Rp 10 juta. FR menjanjikan pada pada keluarga YA, kalau ada uang Rp 10 juta maka dalam waktu 10 hari, YS bisa dibebaskan dari tahanan.

Ilustrasi

Ilustrasi

Fatimah, Ibu YA mengaku, sehari setelah penangkapan anaknya, oknum polisi HR sebagai perantara menyerahkan uang Rp 10 juta kepada FR, oknum polisi yang disebut menangangi kasus tersebut. Kepada keluarga, oknum menjanjikan akan mengeluarkan YA dalam waktu 10 hari dalam tahanan.

“Dijanjikan seperti itu, kami pun tidak menunggu waktu lama untuk menyerahkan uang tersebut. Tapi sekarang sudah hampir dua bulan anak saya masih berada dalam penjara,” ungkapnya.

Beberapa kali pihak keluarga mendatangi HR menanyakan perihal YA akan segera dibebaskan atau tidak selalu disampaikan sedang dalam proses. Lantaran tidak ada kejelasan, pihak keluarga mengaku kecewa dan berharap uang Rp 10 Juta itu dikembalikan saja.

“Kami sebenarnya tidak mengenal FR orang yang diserahkan uang itu, makanya kami hanya menanyakan dan meminta kembali uang itu kepada HR. Tapi alasannya, itu urusan FR karena dia hanya perantara,” tuturnya.

Baik oknum polisi FR maupun HR yang sama-sama Anggota Polres Bima Kota ini memberikan pernyataan berbeda saat dikonfirmasi wartawan. HR membantah terlibat dalam urusan mengeluarkan YA dalam tahanan. Apalagi telah menjanjikan kalau YA bisa keluar dalam waktu 10 hari dengan uang Rp 10 juta sebagai jaminannya.

Hanya saja, HR tidak mengelak kalau dia telah menyerahkan uang tersebut pada FR karena dimintai bantuan oleh YA dan keluarganya. Namun, untuk apa uang itu Ia tidak tahu menahu.

“Saya tidak tau untuk apa, lebih jelasnya silakan tanya ke FR yang lebih tau persoalan itu,” akunya dihubungi melalui telepon seluler, Senin (18/4) siang.

Sementara Oknum Polisi, FR saat dikonfirmasi via seluler mengaku tidak tahu perihal uang Rp 10 Juta tersebut. Ia malah menyarankan agar menanyakan persoalan tersebut pada HR. Saat hendak ditanyakan berbagai hal lainnya, FR sudah menutup telepon selulernya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *