BPJS Kesehatan, Masihkan Perlu Untuk Kita?

Kota Bima, Kahaba.- BPJS Kesehatan belakangan ini mulai dirasakan sisi mudharatnya oleh masyarakat. Hal ini juga mendorong Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Cabang Bima mengadakan mudzakarah tokoh umat akhir pekan kemarin.

Ilustrasi

Ilustrasi

Diskusi mengangkat tema ‘BPJS, masihkah perlu untuk kita?’. Menghadirkan pembicara Dokter H Amran dari Praktisi Kesehatan. Dilaksanakan di Aula Kantor Yayasan Islam Bima. Dihadiri Yayasan Islam, MUI Kota Bima dan beberapa tokoh masyarakat Kota Bima.

Dalam pemaparanya, Dokter H Amran mengungkap fakta inkonsistensi BPJS antara fakta dan teorinya. Dalam prakteknya di lapangan, BPJS dinilai lebih besar sisi kapitalisasi kesehatan dari pada pelayanan karena BPJS adalah asuransi sosial, bukan lembaga sosial.

Sementara Ketua HTI Bima, Muhammad Ayyubi memaparkan, hukum asuransi dalam Islam dalam hal ini BPJS adalah haram. Karena syarat-syarat muamalahnya batal secara syar’ie.

Menurutnya, jaminan kesehatan dalam Islam benar-benar gratis tanpa syarat sebagai pelayanan negara terhadap rakyatnya. Dan pelayanan kesehatan terkait dengam sistem ekonomi dan sisem politik.

“Maka diperlukan negara yang menerapkan Syariat Islam secara kaafah. Itulah khilafah,” terangnya melalui rilis kepada kahaba.net, kemarin.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *