PLN Maksimalkan Daya Listrik Selama Ramadhan

Kota Bima,Kahaba.- Selama ramadhan, PLN Area Bima memaksimalkan daya mampu mesinnya, saat ini PLN mengalami kelebihan daya mencapai 2 MW. Terlepas dari hal tersebut bila terjadi pemadaman itu bukan karena masalah teknis tetapi lebih pada alam. Demikian disampaikan Manajer PT. PLN (persero) Area Bima, Parulian Noviandri, melalui siaran persnya Rabu (18/7).

Saat ini daya mampu mesin PLN area Bima mencapai 30 MW sementara kebutuhan untuk beban puncak 28 MW, dengan demikian mesin pembangkit masih memiliki cadangan daya sekitar 2MW. Walaupun mesin pembangkit yang dimiliki saat ini masih menyimpan cadangan daya listrik tentunya bila terjadi pemadaman bisa saja terjadi. Namun hal tersebut, tegas Parulian, bukanlah karena kondisi mesin pembangkit tetapi lebih pada kondisi alam.

Kondisi tersebut bisa saja terjadi akibat hewan, tumbangnya pepohonan ataupun kendala lain khususnya yang berkaitan dengan jaringan. Jelas Parulian, jaringan PLN area Bima terkoneksi secara menyeluruh sehingga bila terjadi gangguan pada jaringan di Sape ataupun di Dompu maka akan secara otomatis berpengaruh di Kabupaten Bima maupun Kota Bima.

Oleh karena itu pihak PLN telah mengambil langkah-langkah, melakukan perawatan jaringan dengan melakukan pembabatan pohon,menyiagakan posko siaga pemantauan ramadhan dan memonitor beban puncak. Selain itu pula untuk memaksimalkan pelayanan pelanggan selama bulan ramadhan manajemen menambah petugas siaga untuk memaksimalkan kinerja sehingga bila terjadi gangguan akan cepat diatasi.

Pimpinan BUMN kelistrikan cabang Bima itu berpesan, untuk mencegah beban puncak melampaui kapasitas maksimal pembangkit, masyarakat dihimbau agar dapat mematikan lampu atau perabotan listrik yang tidak penting saat pergi sholat tarawih juga sekaligus menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti kebakaran.[BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *