Terbengkalai, GOR Mini Kembali Disorot Masyarakat

Kota Bima, Kahaba.- Keberadaan GOR Mini di Kelurahan Rabangodu Utara kembali mendapat sorotan masyarakat. Lantaran dibiarkan terbengkalai dan tak terurus hingga bertahun-tahun lamanya. Hingga kini, kondisi GOR Mini tersebut kian memprihatinkan dan terancam rusak karena tidak dimanfaatkan.

Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil III di Kelurahan Rabangodu Utara. Foto: Ady

Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil III di Kelurahan Rabangodu Utara. Foto: Ady

“Kondisi GOR Mini makin lapuk, apa akan dibiarkan terus begitu. Padahal, pembangunannya telah menghabiskan anggaran daerah miliaran rupiah sementara tidak jelas pemanfaatannya,” sorot M Tayeb saat agenda Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil III di Kelurahan Rabangodu Utara, Rabu (20/4) malam.

Menjawab sorotan ini, Anggota DPRD Kota Bima, H Armansyah mengakui keberadaan GOR Mini memang sudah lama terbengkalai dan tidak terurus. Hal itu disebabkan, karena pertanggungjawaban penggunaan anggaran yang bermasalah.

“Persoalan GOR Mini ini memang selalu muncul dalam setiap pembahasan klinis Komisi dengan SKPD terkait karena pembangunannya bermasalah dan hingga kini belum selesai,” terangnya.

Namun kata dia, Wakil Walikota Bima, H A Rahman pada kesempatan membuka MTQ di salah satu kelurahan beberapa waktu lalu telah menginstruksikan kepada Bappeda dan Dinas PU untuk segera merencanakan kembali. Serta menghitung anggaran yang dibutuhkan untuk melanjutkan pembangunan GOR Mini.

“Setelah ada hasil audit pembatas dari BPKP terhadap penggunaan anggaran tersebut sebelumnya, 2017 ini Pemerintah Kota Bima berencana akan melanjutkan kembali pembangunannya hingga tuntas seperti GOR Manggemaci,” tutur Duta PKS ini.

Pada kesempatan reses ini, sejumlah aspirasi lain juga disampaikan masyarakat dari Kelurahan Penaraga dan Rabangodu Utara. Hampir sebagian besar terkait dengan pembangunan fisik, seperti gang, drainase, lapangan olahraga, trotoar, penanganan banjir, sampah maupun pemerataan pembangunan antara Barat dan Timur Kota Bima.

Reses Dapil III, Rabu malam merupakan hari terakhir dari rangkaian reses yang berlangsung sejak Tanggal 16 April 2016 lalu. Dihadiri semua Anggota Dewan dari Dapil III.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. klo ada niat baik pasti bisa………… contoh aja nh bapak dewan…. puskesmas Asakota yang jadi masalah dan sudah di audit malah masuk di TPTGR aja bisa di bangun lagi….. masa beda kasus shhh… atau beda orang ngitu jadi pilih2 kasus…. apa bedanya toh emang GOR ada masalah dulu,,, tp puskesmas asakota yang pny maslah besar aja bisa di rehap… klo pny niat baik kenapa tidak…….apalg anda kontraktor taulah sedikit aturan maen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *