Pak Dewan…,Rabadompu Timur Belum Punya Polindes!

Kota Bima, Kahaba.- Sejak mekar dari kelurahan induk beberapa tahun lalu, hingga kini Kelurahan Rabadompu Timur belum memiliki Polindes sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat.

DPRD Kota Bima Dapil III Reses di Kelurahan Rabadompu Timur. Foto: Ady

DPRD Kota Bima Dapil III Reses di Kelurahan Rabadompu Timur. Foto: Ady

Aspirasi ini disampaikan masyarakat Kelurahan Rabadompu Timur saat agenda reses Anggota DPRD Kota Bima Daerah Pemilihan III, Rabu (20/4) sore di halaman kantor kelurahan setempat.

“Tolong dibantu masyarakat kami Pak Dewan. Perjuangkan pembangunan Polindes untuk membantu pelayanan kesehatan masyarakat karena sampai sekarang belum ada,” kata perwakilan warga, Irwan.

Selain Polindes, aspirasi lain yang disampaikan masyarakat yakni meminta Wakil Rakyat untuk memperjuangkan kembali dana bergulir bagi para pedagang bakulan. Dana bergulir dinilai sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan para pedagang untuk membantu peningkatan ekonomi.

Kemudian aspirasi lainnya juga lebih banyak meminta pembangunan fisik. Seperti drainase, perbaikan jalan, pembukaan jalan ekonomi, dan pembuatan Peraturan Daerah mengenai Minuman Keras (Miras).

Terkait Polindes, Duta PDIP, Taufikurrahman mengaku siap memperjuangkannya dalam APBD. Asalkan masyarakat sudah menyediakan lahan untuk pembangunan Polindes. Sebab, selama ini rencana pembangunan gedung selalu terkendala karena tidak tersedianya lahan.

“Asalkan sudah ada tanah, kami siap menindaklanjutinya untuk dialokasikan dalam APBD. Karena keberadaan Polindes memang sangat penting di setiap kelurahan untuk membantu pelayanan kesehatan masyarakat,” terangnya.

Sementara terkait dana bergulir, menurut Duta PKS, H Armansyah memang saat ini alokasi anggarannya sudah dihentikan sementara. Pemerintah beralasan, karena dana bergulir terkendala pada pengembaliannya. Hampir sebagian besar masyarakat yang mendapat pinjaman tidak mengembalikan sehingga menyebabkan perputarannya macet.

“Namanya dana bergulir seharusnya terus bergulir, tetapi yang ada dana bergulir itu macet. Pemerintah melalui Bagian Ekonomi telah berupaya menagih, tetapi pengembaliannya tidak maksimal sehingga terpaksa dihentikan sementara,” ujar dia.

Keberadaan dana bergulir sambungnya, memang sangat penting untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat melalui pedagang bakulan. Ke depan pihaknya bersama 25 Anggota Dewan lain akan memperjuangkan kembali agar alokasi dana bergulir tetap ada.

“Cuman nanti, memang harus dipikirkan kembali sistem perputaran dana bergulir yang efektif agar tidak macet seperti saat ini,” tandasnya.

Terkait dengan aspirasi lain dari masyarakat, pihaknya akan menampung dan tetap memperjuangkannya dalam APBD. Hanya saja, akan dilihat skala prioritas kebutuhan masyarakat banyak bukan karena kebutuhan individu atau kelompok masyarakat saja.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. lahan bapak kamu aja bapak dewan yang pintar bicara tp tidak punya otak…. masa masyarakat yng di suruh beli lahan……. ya bapak dewan biar anda pintar ya…. makanya di kawal pemerintah saat beli aset negara biar anda tidak jadi orang bnyk bicara tapi otak anda di dengkul….. masa masyarkat di suruh sipain tanah.,…. apa anda mau tanah bapak kamu yang di sipain….. ini dprd yang asal bicara lagi nhhhh……………. pak dewan baca aturan sedikit baru bicara malu sama bapak mu udah di sekolah dan jadi dpr ehhh malah bodoh

  2. lahan bapak kamu aja bapak dewan yang pintar bicara tp tidak punya otak…. masa masyarakat yng di suruh beli lahan……. ya bapak dewan biar anda pintar ya…. makanya di kawal pemerintah saat beli aset negara biar anda tidak jadi orang bnyk bicara tapi otak anda di dengkul….. masa masyarkat di suruh sipain tanah.,…. apa anda mau tanah bapak kamu yang di sipain….. ini dprd yang asal bicara lagi nhhhh……………. pak dewan baca aturan sedikit baru bicara malu sama bapak mu udah di sekolah dan jadi dpr ehhh malah bodoh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *