Hanya Karena Bertanya, Mahasiswa Dikeroyok Sejumlah Polisi

Kota Bima, Kahaba.- Sejumlah Aparat Kepolisian dari Polres Bima Kota diduga melakukan tindak pengeroyokan terhadap Firdaus (22), mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Bima. Kejadian itu berlangsung pada Rabu (20/4) malam sekitar pukul 23.30 Wita di areal Paruga Na’e Kota Bima.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut pengakuan Firdaus, pengeroyokan dipicu karena aparat merasa tersinggung dengan pertanyaan yang Ia lontarkan. Korban bermaksud menanyakan, kenapa motor temannya diangkut malam itu, sedangkan motor warga lain tidak diangkut. Pertanyaan itu, rupanya tak diterima aparat sehingga bogem mentah melayang.

“Saya mengalami luka memar dan sakit sakitan di sekujur tubuh. Meski tidak mengalami luka berat, saya merasa keberatan atas sikap arogan aparat yang bersenjata lengkap tersebut,” kata Firdaus kepada wartawan di Taman Ria Kota Bima, Kamis (21/4) pagi.

Awalnya kata kader Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) Cabang Bima Ia dan teman-temannya sedang duduk santai dan berdiskusi di pelataran Paruga Nae. Tiba-tiba datang satau regu aparat berseragam lengkap dan bersenjata. Mereka melakukan pemeriksaan senjata tajam, narkoba dan barang ilegal lainnya kepada para pengunjung.

Baginya itu tak masalah, namun Firdaus heran ketika aparat mengangkut sepeda motor warga yang diparkir sehingga tergerak hatinya untuk bertanya. Belum lama pertanyaan itu dilontarkan Ia langsung dihajar tanpa ampun oleh aparat.

“Saya juga diangkut di atas truk patroli kemudian dihajar lagi, tanpa diberi kesempatan berbicara. Sesampai di Mapolresta, saya disuruh pulang sendirian dan diminta agar tidak mengulangi perbuatannya,” tutur dia.

Atas kejadian yang menimpanya, Firdaus telah melaporkan ke SMI Cabang Bima dan Pengurus Besar SMI di Jakarta agar dapat menindaklanjuti persoalan tersebut.

Kapolres Bima Kota melalui Kasat Sabhara, AKP Saogi yang dikonfirmasi membenarkan Aparat Polres Bima Kota pada malam kemarin menjalankan patroli pengamanan wilayah Kota Bima. Patroli tersebut bertujuan untuk mencegah angka kriminalitas di Kota Bima.

Hanya saja, mengenai kasus pengeroyokan oleh anggotanya terhadap mahasiswa Ia belum ada laporan.

“Barangkali masyarakat salah paham. Patroli malam tersebut bermaksud memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Jika sudah tengah malam, dapat diberikan peringatan dan arahan agar tidak berkeliaran lagi,” terangnya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *