7 Warga Bandung Terlantar di Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Sebanyak 7 orang warga Kecamatan Majalaya Kota Bandung Jawa Barat kini terlantar di Kota Bima. Mereka butuh perhatian Pemerintah setempat untuk upaya kepulangan di Kampung halamannya.

Warga Bandung terlantar di Kota Bima. Foto: Bin

Warga Bandung terlantar di Kota Bima. Foto: Bin

Yudi 39 Tahun, perwakilan warga tersebut mengaku, mereka datang ke Kota Bima karena diajak bekerja bangun tower litrik. PLN di Kelurahan Lelamase Kota Bima. Namun seminggu bekerja, mereka tidak diperhatikan oleh pihak yang mengajak mereka.

Mereka mulai tidak diperhatikan lantaran pihak yang mengajak bekerja melanggar perjanjian. Awalnya, dalam perjanjian mereka disuruh bekerja menyelesaikan pembangunan satu Tower, baru mengerjakan ke tower lain yang jaraknya sekitar 500 meter.

“Tapi kami tidak mau pindah bekerja ke titik yang lain, karena tower pertama belum rampung. Lagi pula, tower dititik berikutnya tempatnya terjal dan jurang, sehingga untuk mengangkut material bangunan terlalu beresiko,” ujarnya di Kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Bima, (25/4).

Diakuinya, selama hampir 2 minggu berada di Kota Bima, mereka hanya diberi uang sebanyak Rp 2,5 juta, digunakan untuk membeli peralatan memasak dan membeli makanan. Sementara gaji untuk pengerjaan tower pertama, belum diterima.

Karena tidak mau melanjutkan pekerjaan pada titik kedua Tower, sambung Yudi, pihak yang mengajak mereka bekerja, tidak ada kabarnya. Nomor HP yang biasa di hubungi juga tidak aktif.

“Yang mengajak kami ke Kota Bima kenal sih, tapi sudah tidak ada kabarnya. Kami juga tidak tahu nama perusahaannya,” katanya.

Lantaran terlantar, pihaknya pun sekarang ditampung di rumah singgah LKSA LPEPM, dan telah meminta bantuan kepada Pemerintah untuk upaya pemulangan ke Kota Bandung.

“Kita hanya ingin bantuan dari pemerintah agar bisa pulang. Disini juga kami tidak bisa apa apa,” tuturnya.

Ketua LKSA LPEPM Kota Bima, Muhtar mengaku sudah menampung tujuh warga Bandung itu di rumah singgahnya dan mengupayakan untuk pemulangan.

Sementara itu, Kasi Orbansos Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Bima, Arifuddin mengaku Pemerintah sudah memberi perhatian kepada tujuh orang tersebut, dengan memberi bekal makan dan pemulangan.

“Pemerintah Kota menanggung biaya transportasi dari Kota Bima ke Mataram. Dari Mataram, akan dipulangkan langsung ke tempat asal. Alur pemulangannya memang seperti itu,” ucapnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *