IMM Bima Desak Pemerintah Bubarkan Densus 88

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Senin (25/4) menggelar aksi mendesak Pemerintah agar membubarkan Densus 88. Menurut massa aksi, kehadiran Densus merupakan pelanggaran HAM.

IMM saat gelar aksi desak Densus 88 dibubarkan. Foto: Deno

IMM saat gelar aksi desak Densus 88 dibubarkan. Foto: Deno

Koordinator Aksi, Didik Irawansyah dalam orasinya mengatakan, tindakan yang sering dilakukan Densus 88 merupakan tindakan yang melanggar pasal 27 ayat 1 dan pasal 29 ayat 2 UUD 1945 yang mengatur Hak Asasi Manusia dan kebebasan memeluk agama.

“Tindakan Densus 88 terhadap ratusan muslim yang ditembak tanpa diadili, merupakan tindakan yang tidak terpuji. Indonesia adalah negara hukum, tapi tindakan Densus 88 telah melanggar Hukum,” tudingnya di Traffic Light Gunung Dua.

Menurut dia, kehadiran Densus 88 sangat mengganggu kenyamanan hidup warga. Densus telah menjadi Teror, maka dari itu, pihaknya mendesak pemerintah agar Densus 88 segera dibubarkan, bila perlu mengadili.

“Revisi Undang-Undang Terorisme dan penghapusan terhadap Dikriminasi terhadap Agama,” tegasnya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. yus

    ndak semudah logika kalian membubarkan densus, pemerintah mngkin akan berpikir mngkin lebih baik bubarkan organisasi LSM dripda membubarkan alat negara, kalau regulasi atau aturan mainnya diatur ulang mungkin bisa diakomodir

  2. MAHASISWA TOLOL

    “Menurut dia, kehadiran Densus 88 sangat mengganggu kenyamanan hidup warga. Densus telah menjadi Teror.”
    dr pernyataan ini aja bisa dipertanyakan, warga mana yg merasa di teror? klo kamu emang terlibat terorisme ya wajar kamu merasa di teror…….. jd mahasiswa tp tololnya gk ketulungan.hanya bisa demo dan buat ribut…. dr pada demo mending kembangkan kreatifitas buat prestasi banggakan orang tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *