Pasien Gizi Buruk Ditolak Puskesmas

Kota Bima, Kahaba.- Pasien gizi buruk Ardin (1,8), ditolak dirawat di Puskesmas Asakota Kota Bima. Padahal kedua orang tuanya Herman dan Anisah warga RT 04 RW 02 Kelurahan Jatibaru, sudah dua kali membawa putera kedua mereka, namun ditolak untuk dirawat inap oleh Puskesmas setempat dengan alasan yang tidak jelas.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Sudah dua kali kami membawa Ardin, pertama tanggal 11 April sempat dirawat, namun disuruh pulang ke rumah dengan alasan belum ada keluhan. Kemudian pada 18 April juga telah dibawa, tapi tetap disuruh pulang ke rumah dan hanya dianjurkan meminum susu penambah berat badan Balita,” aku Anisah kepada wartawan, Senin (24/4).

Kata dia, putera dibawa ke Puskesmas juga ingin mendapat rujukan dari puskesmas setempat, agar bisa dilanjutkan berobat ke RSUD Bima sehingga bisa mendapatkan pemeriksaan serta perawatan intensif.

“Setiap bulan berat badan putera kami turun, kami mohon agar Puskesmas mau memberikan rujukan lanjutan, agar Ardin bisa mendapat perawatan yang memadai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Asakota melalui perwakilan bagian Gizi Nurlaila S.Km membenarkan kedatangan pasien gizi buruk tersebut bersama kedua orang tuanya sebanyak dua kali.

Saat pertama datang, Ardin diketahui hanya menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan cacingan dengan berat badan 7,7 kilogram. Sedangkan saat hasil pemeriksaan kedua pada 18 April, juga menderita Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) saja.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan kedua kali tersebut, pasien atas nama Ardian masuk kategori Gizi buruk. Namun tidak bisa kami beri rujukan lanjutan ke rumah sakit, karena tidak ada penyakit penyerta. Sehingga hanya diberikan makanan tambahan, susu dan vitamin,” jelasnya.

Tindak lanjut penanganan pasien gizi buruk, sambungnya, keluhan tersebut telah dilaporkan kepada Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima, untuk segera ditindaklanjuti dengan cepat, agar mendapat penanganan medis.

“Di tahun 2016 ini saja, pasien gizi buruk disertai penyakit penyerta ada empat pasien. Kemudian telah kami tangani sesuai prosedur, dan telah kami berikan rujukan lanjutan penanganan di Rumah Sakit Stikes Mataram (RSSM),” bebernya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *