STISIP Datangi Dewan, Bahas Maksud Peningkatan Status

Kota Bima, Kahaba.- Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP)  Mbojo Bima yang telah mendapat nilai Akreditasi B, kini ingin menaikan status Perguruan Tinggi menjadi Akreditasi A. Rencana tersebut pun disampaikan jajaran STISIP ke DPRD Kota Bima dan beraudensi dengan Komisi I, yang membidangi Pendidikan, Senin (25/4).

Kampus STISIP Mbojo-Bima.

Kampus STISIP Mbojo-Bima.

Ketua Yayasan STISIP Mbojo Bima H. Mukhtar Yasin mengatakan, tujuan pihaknya datang ke DPRD untuk menyampaikan beberapa hal yang menjadi syarat utama menuju Akreditasi A. Seperti salah satu syarat utamanya, harus membangun Kantor Rektorat yang dianggap layak menurut Dirjen Pendidikan.

“Membangun gedung rektorat tersebut butuh biaya yang cukup banyak, sekitar Rp 2,6 Miliar. Untuk mendapat anggaran sebanyak itu, kami harus meminta bantuan Pemerintah, baik Pemerintah Kota ataupun Kabupaten Bima,” ujarnya usai pertemuan dengan Komisi I.

Syarat dan ketentuan beserta Proposal dalam pembangunan Kantor Rektorat, kata dia, disampaikan saat itu juga ke DPRD. Dengan harapan, Pemerintah mengakomodir keinginan dari STISIP. Karena menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2014, Pemerintah olehkan memberikan bantuan pada Kampus yang membutuhkan bantuan.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Bima Anwar Arman mengatakan, aspirasi tersebut akan dibicarakan saat pembahasan Badan Anggaran (Banggar) nanti. Aspirasi tersebut perlu diperhatikan, karena menyangkut kepentingan generasi Bima kedepan.

“Beberapa waktu lalu Pemerintah juga sudah membicarakan persoalan ini. Mungkin dengan adanya aspirasi ini, kami akan singkronkan dalam proses pembahasanya di Banggar nanti,” katanya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *