Dosen Cantik Ditipu Densus 88 Gadungan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Lantaran kepincut saat perkenalan via Medsos Facebook dengan seorang pria, wanita asal Kecamatan Soromandi, Qoni harus menjadi korban penipuan. Dosen cantik itu pun kehilangan uang puluhan juta.

Densus 88 Gadungan (Menunduk) dan Qoni (Jilbab) saat di Kantor Polsek Belo. Foto: Deno

Densus 88 Gadungan (Menunduk) dan Qoni (Jilbab) saat di Kantor Polsek Belo. Foto: Deno

Qoni pun menangis hingga pingsan, setelah pria yang bernama Adhar, yang dikenalnya melalui Medsos menipunya. Adhar yang diketahuinya seorang Densus 88, ternyata tenaga kontrak Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Bima.

Wanita berjilbab itu menceritakan, mereka berkenalan lewat Facebook. Saat itu, Adhar yang diketahui warga Desa Roka Kecamatan Palibelo tersebut mengaku salah satu anggota Densus 88. Entah apa yang membuatnya percaya, ia pun jatuh hati. Semua permintaan Densus 88 gadungan itupun selalu dipenuhi.

Karena Qoni serius, wanita yang bekerja sebagai Dosen di salah satu Kampus Kesehatan di Makassar tersebut rela pindah tugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, agar bisa segera bersanding ke pelaminan, seperti yang selalu dijanjikan Adhar.

“Saya tau Adhar tenaga kontrak di Sat Pol PP setelah HP Adhar tidak aktif selama beberapa hari. Saya mendatangi Desa Adhar dan membawa dua lembar foto. Kemudian meminta bantuan Polsek Belo untuk membantu mencari. Setelah Polisi membawa Adhar, ternyata dia bukan seorang Densus,” katanya.

Qoni pun menangis sejadi – jadinya, karena tidak terima dengan kenyataan yang harus dihadapi, terlebih mengetahui calon suaminya itu merupakan suami orang, wanita tersebut pingsan. Di kantor Polisi Qoni meminta semua uang dan barang berharganya yang diambil oleh Densus Gadungan tersebut.

Kapolsek Belo IPTU Syarif Jamaludin membenarkan cerita Qoni dan saat ini Adhar sudah diserahkan ke Polres Bima untuk proses lebih lanjut.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Don Iwell

    Bertambah lagiii korban penipuan lewat medsos,perlu kewaspadaaan lebih !!! Bahasa kalbu ma be na adhar e, kani mu rewww…sampai2 buk dosen terlenaa, DENSUS 88 lagiiii ngaku mu, Banyak mauu mu….tak sebanding ma keadaan mu,slamat menikmati hasil karia mu,smoga sukses jd DENSUS 88 Honorer …….

  2. burung maleo

    Lain kali teliti dulu latar belakang ke luarga seseorang baru kita memberikan harta atau nyawa kepada pelaku tersebut
    itu sbgai pembelajaran kpda semua pihak
    semoga ke jadian ini tdk terulang kembali amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *