Kota Bima Belum Bebas Dari Petasan

Kota Bima, Kahaba.- Jika pada bulan puasa tahun lalu warga kota Bima bisa menjalankan ibadah dengan lega, namun lain halnya dengan tahun ini. Memasuki hari kedua puasa (22/7), di beberapa bagian Kota Bima warga masih dikagetkan dengan suara petasan (mercon) yang beberapa kali terdengar kendati sebagian masyarakat tengah menjalankan sholat tarawih.

Ilustrasi

Sepanjang pantauan Kahaba.info, petasan masih dengan mudah beredar karena diperdagangkan di sejumlah toko/kios di wilayah kota Bima. Selain subuh menjelang pagi hari, letusan petasan juga kerap terdengar pada malam hari. Bahayanya lagi, para remaja bahkan berani membakar petasan sambil mengendarai kendaraan bermotor dan melemparkannya pada pengguna jalan yang lain. Tak ayal fenomena ini dirasakan sangat mengganggu warga yang sedang khusyuk menjalankan ibadah maupun beristirahat malam.

“Petasan ini sudah tak bisa ditolerir lagi, anak saya bahkan sulit tidur di malam hari karena suara mercon,” ujar Halimah (34) ibu yang berdomisili di Kelurahan Monggonao. Selain suaranya yang mengganggu, petasan menurut Halimah sangat berbahaya. “Rata-rata petasan dibakar oleh anak-anak yang masih dibawah umur, jadi sangat rawan mencelakai orang dan bisa saja menyulut kebakaran,” ujar ibu dua anak ini kepada Kahaba.info.

Halimah menyayangkan aparat yang berwenang yang harusnya mampu mengontrol peredaran bahan peledak yang berbunyi nyaring ini. “Tahun lalu lumayan aman, karena banyak razia petasan. Kalau tahun ini sepertinya petasan sudah kembali mudah didapatkan,” ujarnya. Petasan yang dijual bebas di banyak tempat itu harusnya disita oleh aparat untuk menciptakan ketenangan dan kenyamanan warga yang beribadah Ramadhan. [BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *