KAMMI Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan

Kota Bima, Kahaba.- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat STKIP Bima, Kamis (28/4) siang menggelar pelatihan jurnalistik dan kehumasan. Kegiatan ini bertempat di Villa Kosambo Kelurahan Mande Kota Bima.

Suasana saat pelatihan jurnalistik dan kehumasan KAMMI Kom STKIP Bima di Villa Kosambo. Foto ; Noval

Suasana saat pelatihan jurnalistik dan kehumasan KAMMI Kom STKIP Bima di Villa Kosambo. Foto ; Noval

Pelatihan diikuti sekitar 20 peserta dari Kampus STKIP Bima. Diisi oleh Tutor dari Wartawan Media Online Kahaba.net, Ady Supriadin.

Meski berlangsung singkat, para peserta sangat antusias mengikuti hingga akhir. Begitu pula dengan diskusi nampak hidup dan muncul berbagai pertanyaan kritis seputar materi jurnalistik dan tugas para jurnalis.

“Ini merupakan kegiatan perdana kita. Bertujuan untuk mememperkenalkan dunia jurnalistik dan kehumasan kepada anggota organisasi,” kata Ketua KAMMI Komisariat STKIP Bima, Muhammad Irawan.

Menurutnya, tugas bagian humas dalam organisasi sangat berkaitan erat dengan jurnalistik. Diantaranya, dituntut untuk memiliki kecakapan dalam menulis berita. Karena bagian humas akan menjadi corong penyampai informasi ke publik, termasuk mengirimkan siaran pers ke media massa.

“Bila pengurus organisasi tidak bisa menulis, maka tidak mungkin bisa menyampaikan informasi terkait berbagai kegiatan dan agenda organisasi,” terangnya.

Selain itu lanjutnya, bagian humas dituntut pula untuk mampu membangun relasi dengan pihak luar untuk menunjang kelancaran agenda organisasi. Kemampuan ini juga melekat dalam diri jurnalis ketika mereka diharuskan mencari narasumber untuk mendapatkan informasi yang akan dijadikan berita.

“Kami juga berharap, para peserta juga termotivasi untuk belajar jurnalistik. Syukur bila ada yang ingin menjadi jurnalis,” ujarnya.

Sementara itu, Tutor Pelatihan, Ady Supriadin dalam pemaparannya memperkenalkan jurnalistik dan tugas kehumasan dalam sebuah organisai kepada peserta. Diawali dengan perkenalan soal perangkat-perangkat kehumasan, media massa, dapur redaksi, badan hukum media dan jenis-jenis media.

Kemudian pemaparan tentang tugas jurnalis, standar kecapakan yang harus dimiliki jurnalis, hingga tehnik dasar menulis berita dan wawancara. Pemaparan ini disampaikan dengan metode diskusi partisipatif sekitar 4 jam lamanya.

“Pengenalan jurnalistik kepada mahasiswa sangat penting. Bukan berarti harus menjadi jurnalis, tetapi minimal memahami dunia jurnalistik dan bisa membuat rilis kegiatan organisasi,” terangnya.

Dia berharap, kegiatan serupa bisa digelar kembali meski tidak dilaksanakan secara formal. Karena menurutnya, untuk bisa menulis berita tidak cukup hanya dengan teori. Namun, kemampuan menulis berita harus terus diasah dan dilatih secara terus menerus.

*Noval

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Evie0191

    Keren KAMMI STKIP BIMA, Bisa Gandengan Dengan bang Adi-Kahaba Net.
    Semoga Berkah, dn semoga bisa kerja sama lagi. Aamiin.
    Lanjutkan perjuangan mu wahai para Aktivis Kampus.
    #JayakanKammi
    #JayakanMbozo
    #JayakanIndonesia
    ALLAHU AKBAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *